Banyuwangi, Jatimmandiri,- Banyuwangi kembali memanfaatkan olahraga sebagai pintu masuk pariwisata. Ratusan pesepeda dari lima negara mengikuti Nggravel Glenmore yang mengambil rute di kawasan lereng Gunung Raung, Minggu (4/10).
Peserta datang dari Australia, Belanda, Singapura, Swiss dan Indonesia. Ajang tersebut untuk pertama kalinya digelar Mainsepeda berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Glenmore memiliki kekuatan pada wisata alam karena berada di kawasan lereng Gunung Raung. Udara sejuk dan lanskap perkebunan menjadi modal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis olahraga.
“Glenmore juga memiliki berbagai potensi, di antaranya sebagai penghasil kakao berkualitas ekspor, serta didukung komoditas lain seperti tebu, karet dan kopi,” ujarnya.
Menurut Ipuk, Nggravel Glenmore tidak semata menjadi ajang kompetisi. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata sekaligus produk unggulan Banyuwangi.
“Terima kasih Pak Azrul (Founder Mainsepeda) yang sudah konsisten gelar agenda sepeda di Banyuwangi, kami harap kegiatan ini dapat menyuntikkan energi baru bagi sport tourism di Banyuwangi,” katanya.
Founder Mainsepeda Azrul Ananda mengatakan, tantangan utama Nggravel Glenmore terletak pada karakter lintasan yang berubah-ubah. Peserta harus melewati jalan aspal sebelum memasuki jalur gravel dengan permukaan yang lebih menantang.
Sekitar empat kilometer awal masih menggunakan jalan aspal. Setelah itu, peserta menghadapi jalur berbatu, pasir dan sejumlah bagian dengan karakter rock garden yang membutuhkan konsentrasi serta kemampuan teknis.
“Ada bagian bisa dengan mudah melaju di atas 40 km/jam, ada pula yang ‘rock garden’ menggetarkan badan, juga ada bagian-bagian berpasir yang menantang konsentrasi,” kata Azrul.
Bagi peserta, tantangan lintasan menjadi bagian dari pengalaman wisata. Tika, pesepeda asal Yogyakarta, mengaku antusias menjajal jalur Glenmore meski baru pertama kali mengikuti rute gravel.
Berbekal pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan sepeda di sejumlah daerah, dia optimistis mampu menyelesaikan tantangan tersebut.
“Niat saya ikut tidak hanya menyelesaikan perlombaan, tapi juga berolahraga sambil berwisata,” katanya.
Nggravel Glenmore menyediakan tiga kategori. Yakni kompetitif gravel 100 kilometer, kompetitif MTB 100 kilometer dan 80 kilometer nonrace. Seluruh kategori memiliki garis start dan finis di Industri Gula Glenmore (IGG).
Kehadiran peserta dari lima negara memperlihatkan potensi olahraga sebagai penggerak kunjungan wisata. Dengan dukungan destinasi alam dan komoditas lokal, agenda semacam ini sekaligus membuka peluang bagi sektor akomodasi, kuliner, transportasi hingga produk UMKM Banyuwangi












