Malang, Jatim Mandiri
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat Kota Malang tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. Pertamina menambah distribusi BBM dari 340 kiloliter (KL) menjadi 407 KL per hari menyusul peningkatan permintaan.
Khofifah menyampaikan imbauan tersebut seusai membagikan kupon BBM gratis pada pengemudi ojek daring di SPBU Jalan Ciliwung, Kota Malang, Sabtu malam (17/10). Dia mengatakan, pasokan Pertamina untuk wilayah setempat bahkan telah melampaui kuota harian yang tercatat.
“Sebetulnya SPBU di sini ini suplainya sudah melebihi kuota yang dicatatkan. Hindari panic buying,” kata Khofifah seperti dikutip Antara.
Pemerintah Provinsi Jatim akan terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memantau ketersediaan BBM di Kota Malang dan wilayah aglomerasi Malang Raya. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tetap mudah mendapatkan bahan bakar sesuai kebutuhan. “Intinya adalah yang memang membutuhkan solar jangan sampai tidak terpenuhi, yang membutuhkan pertalite jangan sampai tidak terpenuhi,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, antrean di SPBU akan menjadi bahan evaluasi distribusi apabila kebutuhan pada waktu tertentu melampaui kapasitas harian. Menurutnya, kebutuhan BBM perlu diperhitungkan secara cermat karena Kota Malang merupakan kawasan pendidikan dan wisata dengan aktivitas kendaraan bermotor yang padat.
“Jadi kalau ada kebutuhan yang pada saat tertentu ternyata memang harus dipenuhi dengan suplai melebihi kapasitas harian harus dikomunikasikan secara detail,” ujarnya. Pemprov Jatim juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah praktik curang yang berpotensi mengganggu ketersediaan BBM.
Sementara itu, Sales Area Manager Ritel Pertamina Malang Angga Y. Putra mengatakan, penambahan pasokan menjadi sekitar 120 persen dari kebutuhan sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. “Kebutuhan paling tinggi ada di Kota Malang. Ditingkatkannya sekitar 120 persen dari kebutuhan yang tersedia,” ucap dia. (ant/ibn)












