Nasional

Evaluasi 1,5 Tahun Berujung Perombakan BGN, Dadan Hindayana Diganti Setelah Sejumlah Catatan Serius

×

Evaluasi 1,5 Tahun Berujung Perombakan BGN, Dadan Hindayana Diganti Setelah Sejumlah Catatan Serius

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id, – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar-besaran di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melalui proses evaluasi panjang terhadap kinerja lembaga tersebut. Pergantian ini berujung pada dicopotnya Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN. Keputusan tersebut disebut bukan diambil secara mendadak, melainkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan pemerintah selama hampir satu setengah tahun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa selama periode evaluasi tersebut, pemerintah menemukan berbagai persoalan yang menjadi perhatian serius. Mulai dari pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), lemahnya tata kelola organisasi, hingga masalah dalam menjaga kualitas makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Tentunya selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini, dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki,” kata Prasetyo, Selasa (2/6/2026).

Menurut Prasetyo, salah satu persoalan utama yang ditemukan adalah kurangnya kedisiplinan dalam menjalankan SOP yang telah ditetapkan. Selain itu, tata kelola internal organisasi juga dinilai masih perlu banyak pembenahan agar program strategis nasional tersebut dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola,” ujar Prasetyo.

Tak hanya persoalan administrasi dan manajemen, pemerintah juga menyoroti aspek teknis pelaksanaan program di lapangan. Kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat MBG disebut belum konsisten dan menjadi salah satu perhatian penting dalam evaluasi.

Prasetyo menegaskan bahwa kualitas makanan tidak boleh diabaikan karena program tersebut berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan.

Baca Juga  Kemnaker Himpun 93 Hewan Kurban, Menaker Ajak Perkuat Kepedulian dan Kinerja

“Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” tegasnya.

Meski mengungkap sejumlah poin evaluasi, Prasetyo tidak menjelaskan secara rinci bentuk pelanggaran maupun kasus-kasus spesifik yang ditemukan selama masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Namun, berbagai catatan tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk melakukan pergantian pimpinan di tubuh BGN.

Dalam susunan baru, posisi Kepala BGN kini dipercayakan kepada Nanik S Deyang. Sementara itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewik Kusung dan Soni Sanjaya.

Pemerintah berharap penyegaran kepemimpinan ini menjadi langkah awal untuk membenahi berbagai persoalan yang muncul selama 1,5 tahun terakhir. Selain itu, perombakan tersebut juga diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program prioritas di bidang gizi dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam 1,5 tahun ini,” tandas Prasetyo.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *