Edu-Life & Sportꦧꦸꦢꦪ

Duta Kebudayaan Malang 2026 Uji Gagasan Pelestarian Budaya

Penulis: RedaksiEditor: Ayn
×

Duta Kebudayaan Malang 2026 Uji Gagasan Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Kemeriahan malam grand final Duta Kebudayaan Cilik dan Remaja Malang 2026, yang berlangsung di Wisata Party Hall, Jatim Park 3, Sabtu (10/10).
Example 468x60

Malang, Jatimmandiri.id – Menarik generasi muda ke museum dan menjadikan batik bagian dari gaya hidup menjadi tantangan yang harus dijawab para finalis Duta Kebudayaan Cilik dan Remaja Malang 2026. Mereka tidak hanya dituntut mengenal warisan budaya, tetapi juga mampu menawarkan gagasan konkret untuk menjaga keberlangsungannya.

Tantangan tersebut muncul dalam sesi tanya jawab pada malam puncak Pemilihan Duta Kebudayaan Cilik dan Remaja 2026 di Wisata Party Hall, Jatim Park 3, Sabtu (10/10). Ajang yang berlangsung selama beberapa bulan itu resmi berakhir dengan penentuan finalis terbaik dari dua kategori.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sebanyak 22 finalis cilik dan remaja mengikuti acara puncak. Mereka sebelumnya telah diumumkan pada 8 September. Di hadapan audiens yang mayoritas merupakan orang tua peserta, para finalis memperkenalkan diri sebelum proses penilaian berlanjut ke tahap berikutnya.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu komponen penting dalam penentuan duta kebudayaan. Namun, kesempatan tersebut hanya diberikan kepada tiga finalis teratas dari masing-masing kategori. Salah satu peserta dipilih melalui mekanisme pemungutan suara masyarakat.

Para finalis tidak mengetahui pertanyaan yang akan diajukan sebelumnya. Mereka diminta memilih amplop berisi pertanyaan yang kemudian dibacakan pembawa acara. Materi pertanyaan berkaitan dengan persoalan kebudayaan aktual, termasuk rendahnya minat anak muda mengunjungi museum dan tantangan menjadikan batik sebagai bagian dari keseharian.

Jawaban peserta dinilai melalui gagasan dan program yang mereka tawarkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Dewan juri terdiri atas perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Grand Winner Putra Kebudayaan Jawa Timur 2026, serta Putri Budaya Indonesia Jawa Timur 2026.

Salah satu gagasan disampaikan Marsha, finalis yang mendapat pertanyaan mengenai upaya meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap museum. Ia mengusulkan program advokasi bertajuk Strolling Around With Marsha yang berfokus pada wisata dan kebudayaan di Kota Malang.

Baca Juga  Inggris Vs Kongo DR 2-1: Harry Kane Lampaui Rekor Pelé dan Bawa The Three Lions ke 16 Besar

“Cara saya untuk melestarikan museum di Kota Malang adalah dengan cara menggunakan advokasi saya, yaitu Strolling Around With Marsha,” ujar Marsha.

Ia menjelaskan, program tersebut akan dilakukan dengan mengunjungi museum, kemudian mengemas pengalaman itu menjadi konten digital yang menarik.

“Dengan begitu, saya akan mengunjungi museum lalu membuatnya menjadi konten dan mengeditnya semenarik mungkin agar anak-anak zaman sekarang menyukai dan ingin mengenali museum yang berada di Kota Malang,” jelasnya.

Gagasan itu menunjukkan bahwa media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan warisan budaya kepada generasi muda. Melalui ajang ini, para finalis diharapkan tidak sekadar menjadi ikon, tetapi juga mampu menghadirkan inisiatif nyata untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Malang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *