Tangerang Selatan, Jatim Mandiri – Dua korban ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, mengalami luka bakar berat dan harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Keduanya, Andre Ahmad dan Andri Rahmanto, mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan mencapai 58 hingga 82 persen.
Humas Rumah Sakit Umum (RSU) Pamulang, Lasdo, mengatakan kondisi kedua korban memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit lain. Perawatan lanjutan itu termasuk kemungkinan tindakan oleh dokter spesialis bedah plastik, dengan mempertimbangkan tingkat keparahan luka yang dialami masing-masing korban.
“Keduanya harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan karena tingkat keparahan luka yang dialami,” kata Lasdo. Rujukan tersebut dilakukan agar kedua pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis mereka setelah mengalami luka bakar berat dalam ledakan yang terjadi di kawasan pasar itu.
Selain Andre dan Andri, sejumlah korban lain masih menjalani perawatan di rumah sakit berbeda. Salah satunya Maman, yang mengalami luka pada tangan kanan. Cedera tersebut disertai robekan serta kerusakan pada arteri dan tendon, sehingga ia menjalani operasi.
Lasdo menjelaskan luka Maman masih dapat ditangani di fasilitas RSU Pamulang. Setelah menjalani operasi, pasien tersebut menunggu tahapan perawatan berikutnya. “Luka sobek dengan ruptur arteri dan tendon bisa kita tangani di sini,” ujarnya.
Ledakan mengguncang kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, pada Rabu (14/10) malam. Peristiwa itu mengakibatkan 13 orang menjadi korban. Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka, sementara dua orang meninggal dunia. Para korban luka mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Tangerang Selatan, RS Sari Asih, dan RS Fatmawati.
Di sisi lain, penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung. Puslabfor Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan 18 kamera pengawas dari lokasi kejadian. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Imron Ermawan, menyebut CCTV diamankan saat olah tempat kejadian perkara kedua pada Kamis (15/10).
“Pengamanan CCTV dilakukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) kedua pada Kamis (15/10),” ujar Imron. Rekaman yang berasal dari beberapa lokasi dan sudut, termasuk di dalam bangunan terdampak, akan ditelusuri untuk mengetahui situasi sebelum ledakan. Pemeriksaan itu juga dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
“Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja,” kata Imron. Hingga Kamis (15/10), polisi belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis.
Dalam olah tempat kejadian perkara, tim Puslabfor juga menemukan tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, serta sebuah dinamo. Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri, AKBP Jakaria Sembiring, menyampaikan temuan tersebut. “Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kg. Itu tabung gas etilen,” ujarnya. Tim masih akan memeriksa instalasi listrik dan kondisi dinamo untuk mengetahui kemungkinan kerusakan yang dapat menimbulkan percikan api.
