Surabaya, Jatimmandiri.id— Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 Piala BHS resmi di GOR Pancasila Surabaya resmi dimulai.
Di balik kemeriahan kompetisi yang diikuti oleh 390 pesilat dari 37 kabupaten/kota ini, terselip sebuah tantangan besar dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur untuk mendobrak kebuntuan prestasi di level nasional.
Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil, mengingatkan bahwa Jatim merupakan salah satu basis perguruan silat terbesar di Indonesia. Namun, potensi besar tersebut belum tercermin pada perolehan medali dalam beberapa edisi PON terakhir.
“Jawa Timur belum pernah lebih dari tiga emas dalam tiga edisi PON terakhir. Ini yang harus kita bangun bersama,” ujar Nabil selepas pembukaan.
Bagi Nabil, membeludaknya jumlah peserta di Kejurprov tahun ini harus menjadi modal kuat untuk melahirkan atlet elit. Ia menekankan bahwa tantangan utama IPSI Jatim bukan lagi sekadar menyelenggarakan kompetisi, melainkan bagaimana mencetak emas di tingkat nasional.
“Sekarang yang harus dijawab adalah apakah jumlah tersebut berbanding lurus dengan prestasi,” katanya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengprov IPSI Jatim, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembinaan memang menjadi fokus utama mereka saat ini agar Jatim mampu bersaing lebih kuat.
Melalui Kejurprov 2026 ini, IPSI Jatim langsung tancap gas memasang target tinggi untuk menyongsong PON XXII/2028.
“Diharapkan pada Pra-PON (BK PON.red) maupun PON mendatang kita dapat meraih lebih banyak gelar juara,” pungkas Bambang Haryo. (bin)












