Surabaya, Jatim Mandiri
DJKN Jatim mendorong masyarakat mengenal lelang sebagai transaksi aset yang transparan, memiliki kepastian hukum, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penguatan literasi ini dilakukan untuk membangun kepercayaan sekaligus memperluas pemanfaatan lelang secara aman bagi masyarakat, Surabaya, Rabu (7/10/2026).
Pesan tersebut mengemuka dalam program “Ruang Publik” yang disiarkan langsung TVRI Jatim melalui kanal YouTube pukul 15.00–16.00 WIB. Program bertema “Lelang Modern, Terbuka, dan Terpercaya” menghadirkan Deddy Christanto, Pelelang Ahli Madya KPKNL Surabaya; Lidia dari Balai Lelang Gray Stone Auction; serta Dian Permadhani, Pejabat Lelang Kelas II Wilayah Jabatan Surabaya. Acara tersebut dipandu Ario Wibowo sebagai host.
Kepala Kanwil DJKN Jatim Arik Hariyono turut menekankan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat terhadap dunia lelang. Menurutnya, lelang perlu dipahami bukan sekadar aktivitas jual beli aset. Layanan tersebut memiliki mekanisme dan ketentuan yang jelas dalam pengelolaan kekayaan negara serta transaksi aset.
Pemahaman yang semakin baik diharapkan membuat masyarakat melihat lelang sebagai alternatif transaksi yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepastian proses.
KPKNL Surabaya sebagai bagian dari DJKN memiliki peran dalam pelayanan dan pelaksanaan lelang. Lembaga tersebut juga berperan meningkatkan literasi mengenai prosedur, persyaratan, dan ketentuan lelang.
Kegiatan Ruang Publik menjadi momentum edukasi agar lelang tidak dipandang sebagai proses rumit atau hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Kehadiran praktisi lelang juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi pemerintah, pelaku usaha jasa lelang, media, dan masyarakat dalam membangun pemahaman yang tepat.
Dengan literasi yang semakin luas, masyarakat diharapkan mampu mengenali lelang resmi, memahami tahapan serta persyaratannya, dan mengambil keputusan secara lebih bijak. Penguatan literasi tersebut sekaligus diharapkan membangun ekosistem lelang yang sehat, transparan, terpercaya, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (mhe/ibn)












