InfrastrukturJatim

Deviasi Minus 9 Persen, Bupati Subandi Semprot Kontraktor Jembatan Candinegoro dan Instruksikan Lembur 2 Sif

Penulis: Dicky DeaEditor: Alif Bintang
×

Deviasi Minus 9 Persen, Bupati Subandi Semprot Kontraktor Jembatan Candinegoro dan Instruksikan Lembur 2 Sif

Sebarkan artikel ini
Proyek infrastruktur vital tersebut kedapatan mengalami deviasi progres hingga minus 9 persen alias lambat dari target yang telah ditetapkan.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Progres pembangunan Jembatan Candinegoro di Kabupaten Sidoarjo menuai sorotan tajam.

Proyek infrastruktur vital tersebut kedapatan mengalami deviasi progres hingga minus 9 persen alias lambat dari target yang telah ditetapkan, Selasa (6/10/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Keterlambatan pengerjaan ini terbongkar saat Bupati Sidoarjo Subandi menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek.

Mengetahui adanya deviasi fatal yang berpotensi mengganggu akses mobilitas warga, pimpinan daerah ini langsung mencecar dan meminta pertanggungjawaban dari kontraktor pelaksana, CV Ardhi Bila.

Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi menegaskan bahwa pembangunan akses transportasi rakyat tidak boleh ditawar maupun ditunda. Ia mengecam lambatnya kinerja pelaksana proyek di lapangan.

“Saya sangat kecewa melihat progres Jembatan Candinegoro yang mengalami deviasi hingga minus 9 persen ini. Rakyat sudah menunggu jembatan ini berfungsi. Kinerja kontraktor jelas kami soroti tajam. Saya minta tidak ada alasan lagi, proyek ini harus tuntas tepat waktu pada Desember 2026. Oleh karena itu, saya instruksikan hari ini juga untuk menambah jumlah pekerja dan menerapkan sistem kerja lembur 2 shift,” tegas Subandi.

Merespons teguran keras dari orang nomor satu di Sidoarjo tersebut, perwakilan kontraktor pelaksana dari CV Ardhi Bila memberikan penjelasan terkait kendala teknis tak terduga yang sempat menghambat konstruksi struktur bawah jembatan.

“Kami menerima semua arahan dan teguran dari Pak Bupati sebagai evaluasi besar bagi tim kami. Kendala utama kami di lapangan sebenarnya ada pada faktor alam, khususnya struktur tanah yang berpasir serta masalah debit air yang kerap naik secara tiba-tiba di area pondasi. Kondisi ini membuat pengerjaan membutuhkan ketelitian ekstra demi keamanan jangka panjang. Namun, menindaklanjuti instruksi beliau, mulai esok hari kami akan langsung menambah armada pekerja dan memberlakukan lembur malam 2 shift demi mengejar ketertinggalan progres 9 persen tersebut,” ungkap perwakilan kontraktor pelaksana CV Ardhi Bila.

Baca Juga  Tersesat Jalur Cangar-Pacet, Truk Box Rem Blong Berhasil Masuk Jalur Penyelamat Gotekan

Guna memastikan instruksi percepatan berjalan efektif, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo beserta tim pengawas diminta turun tangan melakukan pengawalan harian secara ketat.

Monitoring intensif ini diharapkan dapat mengawal komitmen penyelesaian proyek pada Desember 2026 mendatang tanpa memangkas standar kualitas konstruksi jembatan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *