Edu-Life & Sport

Cipta Media Nusantara Ajak Dosen Ubah Riset Jadi Buku

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Cipta Media Nusantara Ajak Dosen Ubah Riset Jadi Buku

Sebarkan artikel ini
Founder dan Direktur Cipta Media Nusantara Suryadi.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id –  Cipta Media Nusantara mendorong dosen mengembangkan hasil penelitian dan karya akademik menjadi buku agar pengetahuan dari perguruan tinggi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Founder dan Direktur Cipta Media Nusantara Suryadi mengatakan potensi tersebut terbuka lebar karena Jawa Timur memiliki ekosistem akademik yang besar. Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2025, Jawa Timur memiliki 44.144 dosen atau 13,4 persen dari total dosen nasional, serta 149 perguruan tinggi dan 2.046 profesor.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Besarnya ekosistem akademik di Jawa Timur membuka peluang bagi dosen untuk mendiseminasikan hasil pemikiran dan penelitian melalui buku akademik,” kata Suryadi dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, tesis, disertasi, hasil penelitian, artikel ilmiah, hingga bahan ajar yang dimiliki dosen dapat menjadi bahan awal penulisan buku.

“Banyak dosen sebenarnya sudah memiliki modal pengetahuan yang sangat kuat melalui tesis, disertasi, hasil penelitian maupun bahan ajar. Tantangannya adalah bagaimana pengetahuan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi ditransformasikan menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.

Untuk itu, Cipta Media Nusantara menggelar Lokakarya Penulisan Buku untuk Dosen bertema “Penguatan Tridharma dan Karier Akademik Dosen melalui Strategi Penulisan dan Penerbitan Buku Akademik”.

Peserta mendapat materi mengenai jenis dan sistematika buku akademik, termasuk mengidentifikasi bahan, menentukan fokus, menyusun kerangka, serta memilih bagian tesis atau disertasi yang dapat dikembangkan.

“Prinsipnya bukan memindahkan tesis atau disertasi secara utuh menjadi buku. Substansinya yang ditransformasikan, karena buku memiliki karakter, struktur, dan tujuan komunikasi yang berbeda dengan karya penelitian,” tambah Suryadi.

Program yang dipandu editor Cipta Media Nusantara Maharani Dewi, M.Hum. itu dilanjutkan dengan klinik manuskrip, mentoring, penerbitan, hingga dokumentasi buku ber-ISBN.

Baca Juga  Surabaya Segel Juara Umum Kejurprov IPSI Jatim 2026, Pasuruan Beri Kejutan Sengit!

“Penerbit memiliki tanggung jawab bukan hanya pada proses produksi buku, tetapi juga pada bagaimana pengetahuan yang dimiliki para akademisi dapat menemukan bentuk yang tepat agar bisa sampai kepada pembaca,” ujar Suryadi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *