Jakarta, Jatimmandiri.id – Persaingan mobil listrik di Indonesia berpotensi semakin ramai dengan rencana kehadiran BYD Atto 2. Meski sosok mobil tersebut telah diperkenalkan di Tanah Air, PT BYD Motors Indonesia belum mengumumkan jadwal peluncuran maupun harga resminya.
Presiden Direktur PT BYD Motors Indonesia Eagle Zhao mengatakan, peluncuran Atto 2 masih menunggu kesiapan pabrik dan seluruh aspek pendukung produksi.
“Mengenai Atto 2, juga akan diluncurkan dengan kesiapan dari pabrik semuanya dan termasuk dari Atto 2,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (14/10/2026).
Eagle memastikan, Atto 2 yang disiapkan untuk pasar Indonesia akan menggunakan Blade Battery generasi kedua atau Blade Battery 2.0, yang mendukung teknologi flash charging. Dalam kondisi lingkungan normal, teknologi tersebut diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen menjadi 70 persen hanya dalam lima menit, serta mencapai 97 persen dalam sembilan menit.
Berbeda dengan BYD M6 2026 yang dikabarkan segera meluncur dengan teknologi serupa, jadwal kehadiran Atto 2 masih belum dipastikan.
Di China, mobil listrik bergaya hatchback ini telah diluncurkan sejak akhir 2025 dengan dua pilihan jarak tempuh, yakni 301 kilometer dan 401 kilometer. Mengusung platform e-Platform 3.0, Atto 2 menawarkan desain modern dan sporty yang menyasar pengguna kendaraan listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
Di pasar China, varian berjarak tempuh 301 kilometer dijual 96.800 yuan atau sekitar Rp214,7 juta. Sementara varian 401 kilometer dibanderol 119.800 yuan atau sekitar Rp265,8 juta. Harga untuk Indonesia belum diumumkan.
Saat ini, BYD Atto 1 dijual mulai Rp199 juta, sedangkan Atto 3 dibanderol Rp415 juta.
Atto 1 menjadi mobil listrik terlaris sepanjang 2025 dengan penjualan wholesales 22.582 unit setelah meluncur di GIIAS pada Juli 2025. Pada September 2026, model tersebut kembali memimpin pasar dengan 4.840 unit, diikuti Toyota Avanza 3.872 unit dan Jaecoo J5 EV 3.276 unit.
Meski memimpin, penjualan Atto 1 turun 12,9 persen dari 5.560 unit pada Agustus. Sebaliknya, Avanza tumbuh 12,5 persen sehingga selisih penjualan keduanya menyempit menjadi 968 unit.












