Dalam Negeri

450 Warga Agam Mengungsi akibat Banjir, 60 Orang Sempat Terjebak

×

450 Warga Agam Mengungsi akibat Banjir, 60 Orang Sempat Terjebak

Sebarkan artikel ini
Banjir melanda Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sebanyak 450 warga mengungsi dan 60 orang sempat terjebak sebelum berhasil dievakuasi tim gabungan.ant
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id-Banjir yang melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (19/7/2026) malam mengakibatkan ratusan warga harus mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat sebanyak 450 warga mengungsi, sementara 60 orang sempat terjebak akibat derasnya arus banjir.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan para pengungsi memilih berlindung di rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman.

“Sebanyak 450 warga mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir,” ujar Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Minggu (20/7/2026) seperti dilansir Antara.

60 Warga Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Selain menyebabkan ratusan warga mengungsi, banjir juga membuat 20 kepala keluarga (KK) atau sekitar 60 jiwa sempat terisolasi karena tingginya debit air.

Sebagian warga berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, sedangkan sisanya dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD Agam, Basarnas, PMI, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.

Proses evakuasi berlangsung setelah kondisi banjir memungkinkan petugas menjangkau lokasi terdampak.

Puluhan Rumah Terendam

Di Jorong Labuah, banjir merendam sekitar 20 unit rumah dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 70 sentimeter.

Akibat kondisi tersebut, sekitar 250 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hujan Deras Picu Sungai Batang Tumayo Meluap

BPBD menjelaskan banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu sore hingga malam.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap dan menggenangi permukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Menurut Abdul Ghafur, kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir setelah sungai mengalami pendangkalan akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.

Baca Juga  Sinergitas Lapas Purwodadi dan BPBD Grobogan Tingkatkan Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana

“Ini merupakan banjir yang sering terjadi karena sungai mengalami pendangkalan pascabanjir bandang yang melanda daerah ini pada akhir November 2025,” katanya.

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Hingga Minggu pagi, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut sehingga sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Meski demikian, masyarakat di sekitar daerah aliran sungai diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Warga diminta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila debit air mulai meningkat guna menghindari risiko yang lebih besar.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong transformasi ekosistem kendaraan nasional berbasis energi…