Edu-Life & Sport

MPLS Humanis di SMP Negeri 62 Surabaya Cetak Siswa Peduli dan Cinta Lingkungan

×

MPLS Humanis di SMP Negeri 62 Surabaya Cetak Siswa Peduli dan Cinta Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Suasana MPLS di SMPN Negeri 62 Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kini tidak lagi sekadar menjadi ajang mengenalkan lingkungan belajar. Dikutip dari Antara, pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 62 Surabaya justru dimanfaatkan untuk menanamkan nilai solidaritas, kepedulian, dan semangat kepahlawanan sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah. Pendekatan ramah anak yang diterapkan mendapat apresiasi dari Dewan Pendidikan Kota Surabaya.

Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Dr. Jokhanan Kristiyono, menilai pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 62 telah menunjukkan perubahan positif. Menurutnya, budaya saling membantu yang muncul secara spontan di antara peserta didik baru menjadi bukti bahwa semangat kepahlawanan dapat diwujudkan melalui sikap peduli terhadap sesama.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Melihat siswa baru SMPN 62 Surabaya berinisiatif saling membantu sejak hari pertama adalah bukti bahwa semangat kepahlawanan masih menyala dalam wujud solidaritas pelajar. Kami sangat mendukung transformasi MPLS yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut terus dipelihara selama para siswa menjalani pendidikan sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang ramah sekaligus mampu membentuk karakter generasi muda.

MPLS tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 62 Surabaya mengangkat tema “Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan dengan Semangat Belajar dan Meraih Cita-cita”. Sebanyak 172 siswa baru mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, sekaligus memperkuat karakter dan kepedulian sosial.

Ketua MPLS SMP Negeri 62 Surabaya, Doni Susanto, mengatakan seluruh kegiatan dirancang agar peserta didik dapat beradaptasi dengan nyaman tanpa tekanan maupun rasa takut. Fokus utama sekolah adalah menciptakan suasana yang aman sehingga siswa baru lebih mudah membangun hubungan dengan teman dan guru.

Semangat kebersamaan terlihat ketika peserta mengikuti kegiatan pemeriksaan denyut nadi dan tes fleksibilitas. Para siswa secara sukarela saling membantu menemukan titik nadi, mengoreksi gerakan, hingga memberi semangat kepada teman-temannya selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga  Tips Persiapan Mendaki Gunung untuk Pemula Saat Liburan, Aman dan Nyaman Meta Deskripsi:

“Para peserta MPLS saling membantu antarteman. Saat mengukur denyut nadi mereka saling membantu menemukan titik nadi untuk dilakukan pengukuran. Kemudian saat tes fleksibilitas, mereka sangat antusias dan bahkan banyak yang membantu mengoreksi postur dan gerakan teman-temannya,” kata Doni.

Tak hanya membangun karakter, sekolah juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam MPLS. Sebagai sekolah berpredikat Adiwiyata, setiap siswa baru diminta membawa bibit tanaman untuk ditanam di area sekolah.

Wakil Kepala SMP Negeri 62 Surabaya Bidang Kesiswaan, Hasan Basri, menjelaskan langkah tersebut bertujuan memanfaatkan lahan sekolah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan sejak awal masa pendidikan.

“Setiap siswa diminta membawa bibit tanaman apa saja. Nantinya tanaman itu ditanam di lingkungan sekolah karena masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Harapannya anak-anak ikut memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekolah,” ujarnya.

Melalui konsep MPLS yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan, SMP Negeri 62 Surabaya ingin memastikan masa pengenalan sekolah menjadi pengalaman positif yang membangun karakter siswa sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *