Gaya Hidup

Tips Membuat Password yang Aman agar Akun Terlindungi dari Peretasan

×

Tips Membuat Password yang Aman agar Akun Terlindungi dari Peretasan

Sebarkan artikel ini
Tips membuat password yang aman penting untuk melindungi akun dari peretasan. Simak cara membuat kata sandi yang kuat, mudah diingat, dan sulit dibobol oleh pelaku kejahatan siber.
Example 468x60

Jatimmandiri.id – Di era digital, hampir setiap aktivitas membutuhkan akun daring, mulai dari media sosial, internet banking, e-commerce, hingga surat elektronik (email).

Karena itu, password atau kata sandi menjadi lapisan pertama yang melindungi data pribadi dari ancaman peretasan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sayangnya, masih banyak pengguna yang menggunakan kata sandi sederhana seperti 123456, password, atau tanggal lahir. Padahal, kebiasaan tersebut membuat akun lebih mudah dibobol oleh pelaku kejahatan siber.

Agar data tetap aman, berikut tips membuat password yang kuat sekaligus mudah diingat.

Mengapa Password yang Aman Sangat Penting?

Password berfungsi sebagai kunci utama untuk mengakses akun digital. Jika kata sandi berhasil diketahui orang lain, berbagai data penting berisiko dicuri, antara lain:

Informasi pribadi.
Data perbankan.
Foto dan dokumen.
Riwayat percakapan.
Akun media sosial.
Akun pekerjaan.

Menggunakan password yang kuat dapat mengurangi risiko pencurian identitas dan penyalahgunaan akun.

Tips Membuat Password yang Aman
1. Gunakan Minimal 12–16 Karakter

Semakin panjang password, semakin sulit ditebak atau dipecahkan menggunakan metode brute force.

Idealnya, gunakan kata sandi dengan panjang minimal 12 hingga 16 karakter.

Contoh:

M4tahari!2026_Biru

2. Kombinasikan Berbagai Jenis Karakter

Password yang baik terdiri atas kombinasi:

Huruf besar.
Huruf kecil.
Angka.
Simbol khusus seperti @, #, !, %, &, *.

Semakin beragam karakter yang digunakan, semakin tinggi tingkat keamanannya.

3. Hindari Informasi Pribadi

Jangan menggunakan data yang mudah ditebak, seperti:

Nama sendiri.
Nama pasangan.
Nama anak.
Tanggal lahir.
Nomor telepon.
Plat kendaraan.

Informasi tersebut sering kali mudah ditemukan melalui media sosial.

4. Jangan Gunakan Password yang Sama di Semua Akun

Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan satu password untuk berbagai akun.

Baca Juga  Antisipasi Kejahatan Digital Pemilu 2029, Bawaslu dan Polres Blora Perkuat Teknik Investigasi

Jika satu akun berhasil diretas, akun lainnya juga berpotensi ikut dibobol.

Gunakan password yang berbeda untuk:

Email.
Mobile banking.
Marketplace.
Media sosial.
Akun kantor.
5. Gunakan Frasa yang Mudah Diingat

Daripada menggunakan satu kata sederhana, Anda dapat membuat password berbentuk frasa.

Contoh:

SayaSukaKopi!Pagi2026

Frasa seperti ini lebih panjang, unik, dan relatif lebih mudah diingat dibandingkan kombinasi acak.

6. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

Password yang kuat akan semakin aman apabila dilengkapi autentikasi dua faktor (Two-Factor Authentication/2FA).

Dengan fitur ini, pengguna harus memasukkan kode verifikasi tambahan yang dikirim melalui aplikasi autentikator, SMS, atau email sebelum dapat masuk ke akun.

7. Gunakan Password Manager

Jika memiliki banyak akun, pertimbangkan menggunakan password manager.

Aplikasi ini membantu menyimpan dan membuat password yang kuat sehingga Anda tidak perlu menghafal semuanya.

Pastikan memilih aplikasi yang memiliki reputasi baik dan menggunakan enkripsi yang kuat.

8. Ganti Password Secara Berkala

Mengganti password secara berkala dapat menjadi langkah pencegahan, terutama jika ada indikasi akun pernah mengalami kebocoran data.

Selain itu, segera ubah kata sandi apabila:

Menerima notifikasi login mencurigakan.
Akun diakses dari perangkat yang tidak dikenal.
Terjadi kebocoran data pada layanan yang digunakan.
9. Jangan Bagikan Password kepada Siapa Pun

Password bersifat pribadi.

Hindari membagikan kata sandi melalui:

Pesan instan.
Email.
Media sosial.
Telepon.

Pihak resmi dari bank, marketplace, maupun penyedia layanan digital tidak akan meminta password pengguna.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Password

Beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dihindari:

Menggunakan 123456, password, atau qwerty.
Menggunakan tanggal lahir.
Menuliskan password di kertas yang mudah terlihat.
Menyimpan password dalam file tanpa perlindungan.
Menggunakan password yang sama untuk semua akun.
Cara Mengecek Apakah Password Pernah Bocor

Baca Juga  3 Kebiasaan Digital yang Bisa Mengurangi Kecemasan di Malam Hari

Saat ini tersedia sejumlah layanan yang dapat membantu pengguna mengetahui apakah alamat email atau akun mereka pernah menjadi bagian dari kebocoran data.

Jika ditemukan indikasi kebocoran, segera:

Ganti password.
Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).
Keluar dari semua perangkat yang pernah login.
Periksa aktivitas akun.

Langkah cepat dapat membantu mencegah penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *