Riau, Jatimmandiri.id– Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, menyaksikan Deklarasi Perdamaian yang disampaikan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Riau.
Deklarasi tersebut berisi sembilan seruan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera menghentikan berbagai konflik bersenjata dan perang di berbagai belahan dunia serta memperkuat upaya mewujudkan perdamaian yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Deklarasi dibacakan dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 PW Muslimat NU Provinsi Riau yang digelar di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).
Muslimat NU Tegaskan Komitmen untuk Perdamaian Dunia
Khofifah mengapresiasi lahirnya deklarasi tersebut sebagai bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap persoalan kemanusiaan global.
Menurutnya, organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu terus berupaya mengambil peran dalam membangun budaya damai, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa Muslimat NU akan terus menyuarakan pentingnya perdamaian dunia melalui berbagai langkah nyata, termasuk menyerukan kepada PBB agar melindungi masyarakat sipil yang menjadi korban konflik.
“Muslimat akan terus berjuang menyerukan perdamaian di muka bumi. Salah satunya melalui seruan kepada PBB agar seluruh pihak menjaga anak-anak, layanan pendidikan, layanan kesehatan, keselamatan jurnalis, dan yang paling penting menjaga kehidupan kemanusiaan,” ujar Khofifah.
Gerakan Sosial dan Spiritualitas Jadi Kekuatan Muslimat NU
Khofifah menilai kekuatan Muslimat NU tidak hanya terletak pada berbagai program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga pada nilai religiusitas yang menjadi fondasi gerakan organisasi.
Menurutnya, militansi para kader dalam menjalankan kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan menjadi modal penting untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Muslimat NU, insyaallah, merupakan organisasi yang tertata dengan baik. Kekuatan ini menjadi modal untuk terus bergerak dan memberikan manfaat bagi umat,” katanya.
Perkuat Persatuan Bangsa Melalui Gerakan Sosial dan Keagamaan
Khofifah menjelaskan bahwa Muslimat NU selama ini aktif menjaga persatuan bangsa melalui berbagai kegiatan sosial dan spiritual yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat ranting hingga nasional.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar organisasi dalam memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memohon agar Indonesia senantiasa berada dalam suasana damai.
Ia menilai perdamaian hanya dapat terwujud apabila dibangun melalui semangat kebersamaan, saling membantu, dan kepedulian antarsesama.
Kembangkan Asosiasi Profesor dan Paralegal Muslimat NU
Selain memperkuat gerakan sosial, Muslimat NU juga terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia melalui pembentukan Asosiasi Profesor Muslimat NU.
Khofifah mengatakan keberadaan asosiasi tersebut menjadi kebanggaan karena menunjukkan semakin besarnya kontribusi perempuan Muslimat NU dalam dunia akademik, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kita berharap para guru besar dapat terus memperluas kontribusinya sebagai ladang amal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Di bidang hukum, Muslimat NU juga memperkuat layanan pendampingan hukum nonlitigasi melalui jaringan paralegal yang tersebar hingga tingkat akar rumput.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap perlindungan hukum sekaligus membantu penyelesaian berbagai persoalan secara damai.
Muslimat NU Siapkan Peace Maker sebagai Problem Solver
Khofifah mengungkapkan bahwa Muslimat NU saat ini juga tengah menyiapkan kader peace maker yang diharapkan mampu menjadi problem solver dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Para kader tersebut diproyeksikan menjadi agen perubahan yang membawa manfaat, mulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat kebijakan yang lebih luas.
Menurut Khofifah, dengan kekuatan organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan semangat pengabdian yang terus dijaga, Muslimat NU akan terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa.












