Nganjuk, Jatimmandiri.id-Bupati Nganjuk Marhen Djumadi mengajak para Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan di era digital.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Nganjuk Periode 2026–2031.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk juga menyampaikan apresiasi atas komitmen para Guru PAI yang siap berperan aktif menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika.
Guru PAI Berperan Strategis Menangkal Hoaks
Bupati Marhen Djumadi menilai Guru PAI memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.
Menurutnya, para guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu agama, tetapi juga membimbing peserta didik agar mampu menyaring informasi secara bijak.
“Saya sangat mengapresiasi langkah para Guru PAI yang siap bergerak melawan hoaks.
Bapak dan Ibu adalah ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan etika.
Dengan peran aktif tersebut, kita dapat mewujudkan ruang digital yang sehat, damai, dan terbebas dari penyebaran informasi yang menyesatkan,” ujar Marhen Djumadi.
Tanamkan Nilai Agama dan Etika Bermedia Digital
Marhen mengajak seluruh Guru PAI untuk terus mengedepankan nilai-nilai keagamaan, kejujuran, dan budi pekerti dalam mendidik siswa, termasuk dalam penggunaan media sosial dan teknologi informasi.
Menurutnya, literasi digital yang dibangun berlandaskan nilai-nilai agama akan membantu masyarakat lebih bijak dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi.
Dengan demikian, potensi penyebaran berita bohong maupun ujaran yang memicu perpecahan dapat diminimalkan.
Wujudkan Ruang Digital yang Aman dan Harmonis
Pemkab Nganjuk berharap peran aktif Guru PAI tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga etika dalam bermedia digital.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan tercipta ruang digital yang sehat, harmonis, serta bebas dari penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab.
Pelantikan Pengurus DPD AGPAII Kabupaten Nganjuk Periode 2026–2031 juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi para Guru PAI dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan melek literasi digital.












