London, Jatimmandiri.id – Arsenal semakin dekat dengan gelar juara Premier League musim ini setelah menaklukkan Burnley dengan skor tipis 1-0 di Emirates Stadium.
Kemenangan tersebut membuat pasukan Mikel Arteta berada di ambang trofi liga pertama dalam 22 tahun terakhir.
Gol semata wayang Arsenal dicetak oleh Kai Havertz lewat sundulan memanfaatkan situasi sepak pojok pada menit ke-36. Gol itu menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Hasil ini membuat Arsenal unggul lima poin atas Manchester City di puncak klasemen sementara.
Namun, peluang juara The Gunners masih bergantung pada hasil pertandingan City kontra AFC Bournemouth yang dijadwalkan berlangsung Selasa malam waktu setempat.
Jika skuad asuhan Pep Guardiola gagal meraih kemenangan di Vitality Stadium, maka Arsenal dipastikan mengunci gelar lebih cepat sebelum pekan terakhir kompetisi berlangsung.
Kebangkitan Arsenal musim ini menjadi sorotan besar.
Setelah sempat kalah 1-2 dari Manchester City pada 19 April lalu dan dianggap kehilangan momentum perebutan gelar, Arsenal justru bangkit dengan meraih empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Kini, Arsenal berada di posisi terbaik untuk menghapus label “nyaris juara” yang terus melekat dalam beberapa musim terakhir.
Bila sukses menjadi kampiun, itu akan menjadi trofi besar kedua bagi Arteta sejak menangani klub London Utara tersebut hampir tujuh tahun lalu.
Musim luar biasa Arsenal juga berpotensi semakin sempurna karena mereka masih memiliki peluang meraih gelar UEFA Champions League Final melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang. Arsenal sendiri belum pernah memenangkan kompetisi elite Eropa tersebut sepanjang sejarah klub.
Dalam laga kontra Burnley, Arsenal sebenarnya sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan pada babak pertama.
Havertz memiliki peluang namun sepakannya melebar, sementara tendangan Leandro Trossard hanya membentur tiang gawang.
Arsenal juga sempat meminta penalti ketika Bukayo Saka dijatuhkan oleh Lucas Pires di kotak penalti. Namun wasit Paul Tierney dan VAR memilih tidak memberikan hadiah penalti.
Meski demikian, Saka tetap menjadi sosok penting lewat assist akurat dari sepak pojok yang sukses disundul Havertz menjadi gol kemenangan.
Assist tersebut juga menandai torehan ke-50 Saka di Premier League bersama Arsenal.
Pada babak kedua, Burnley sempat memberikan ancaman dan membuat pertandingan berjalan tegang.
Arsenal bahkan mendapat keberuntungan ketika Havertz lolos dari kartu merah usai pelanggaran keras terhadap Lesley Ugochukwu pada menit ke-65.
Meski pertandingan berlangsung alot hingga akhir, lini belakang Arsenal tampil disiplin dan mampu menjaga keunggulan.
Kiper David Raya nyaris tanpa ancaman berarti hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membuat Arsenal kini hanya tinggal selangkah lagi menuju kejayaan dan berpeluang mengakhiri penantian panjang gelar Liga Inggris sejak era “Invincibles” racikan Arsène Wenger pada 2004.












