Kota Besar

Penataan Kali Tebu Surabaya Berhasil, Warga Bulak Banteng Kini Bebas dari Aksi Gengster dan Jalan Semakin Aman

×

Penataan Kali Tebu Surabaya Berhasil, Warga Bulak Banteng Kini Bebas dari Aksi Gengster dan Jalan Semakin Aman

Sebarkan artikel ini
Penataan Kali Tebu Surabaya membawa perubahan besar. Kawasan Bulak Banteng kini lebih bersih, terang, aman dari aksi gengster, serta nyaman dilalui warga dan pengendara.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Penataan kawasan Kali Tebu di Jalan Raya Dukuh Bulak Benteng II, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat.

Kawasan yang sebelumnya dikenal kumuh, gelap, dan rawan tindak kriminal kini berubah menjadi lingkungan yang lebih bersih, tertata, terang, serta aman dilalui masyarakat, termasuk pada malam hari.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Program penataan yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut mulai dikerjakan sejak April 2026.

Selama proses pengerjaan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut melakukan pemantauan secara langsung guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Ketua RT 16 RW 07 Suropati 5E, Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Ashariono mengatakan perubahan paling terasa setelah hampir tiga bulan penataan adalah meningkatnya rasa aman di lingkungan sekitar.

Sebelum dilakukan penataan, kawasan di sepanjang bantaran Kali Tebu minim penerangan sehingga kerap dimanfaatkan oleh kelompok remaja maupun gengster sebagai tempat berkumpul.

Kondisi tersebut membuat warga merasa khawatir saat melintas, terutama pada malam hari.

“Setiap malam Minggu dulu sering ada kelompok gengster membawa senjata tajam seperti samurai. Mereka sering membuat keributan hingga masuk ke permukiman warga, sehingga masyarakat merasa takut untuk keluar rumah pada malam hari,” ujar Ashariono, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut kini berubah drastis setelah pemerintah membersihkan kawasan dan memasang lampu penerangan jalan umum (PJU).

Jalan yang sebelumnya sempit dan gelap kini menjadi lebih lebar, terang, dan nyaman dilalui selama 24 jam.

“Setelah dipasang lampu jalan, suasana berubah total. Jalan menjadi terang, lebih luas, dan anak-anak muda yang biasa berkumpul hingga larut malam sudah tidak terlihat lagi. Warga sekarang merasa jauh lebih aman,” katanya.

Baca Juga  Salat Iduladha di Balai Kota Surabaya Berlangsung Khidmat Meski Diguyur Gerimis

Selain meningkatkan aspek keamanan, penataan kawasan juga berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi berjualan.

Sejumlah pedagang harus menyesuaikan posisi lapaknya agar tidak mengganggu akses jalan.

Ashariono mengakui penyesuaian tersebut sempat memengaruhi omzet sebagian pedagang.

Namun, pemerintah bersama pengurus lingkungan terus berupaya mencari solusi agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban fasilitas umum.

“Semua dilakukan secara bertahap. Yang terpenting sekarang jalan menjadi lebih rapi, akses kendaraan lancar, dan warga merasa lebih nyaman serta aman,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bulak Banteng, Abdul Aziz.

Ia mengapresiasi perhatian Pemkot Surabaya yang berhasil mengubah wajah kawasan Kali Tebu menjadi lebih layak dan nyaman.

Menurutnya, sebelum dilakukan penataan, bantaran kali dipenuhi tumpukan barang bekas, parkir liar, serta bangunan yang membuat kawasan terlihat kumuh.

“Alhamdulillah, sekarang Bulak Banteng memiliki jalan yang bagus. Dulu orang enggan melintas karena kondisi lingkungannya kotor dan semrawut. Setelah dilakukan penertiban dan pelebaran jalan, hasilnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Meski pembangunan belum selesai sepenuhnya, Abdul Aziz berharap penataan infrastruktur dapat terus dilanjutkan hingga kawasan Jembatan Kedinding dan jembatan di sisi utara sehingga konektivitas wilayah semakin baik.

Sementara itu, manfaat penataan juga dirasakan para pengguna jalan. Feris, warga Kecamatan Semampir yang setiap hari melintasi Jalan Kali Tebu menuju tempat kerja di Bulak Banteng, mengaku kini merasa lebih nyaman berkendara.

“Jalannya sekarang jauh lebih baik, sudah beraspal, memiliki dua lajur, dan penerangannya sangat memadai. Saya tidak lagi merasa khawatir ketika melintas pada malam hari,” kata Feris.

Baca Juga  Wali Kota Eri Cahyadi Raih Penghargaan Kapolri atas Komitmen Cegah Radikalisme dan Lindungi Anak di Surabaya

Ia berharap masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak kembali menggunakan bahu jalan secara sembarangan.

Dengan penataan kawasan Kali Tebu, Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan keamanan, kenyamanan, kelancaran lalu lintas, serta kualitas hidup masyarakat di kawasan Surabaya Utara.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *