Surabaya, Jatimmandiri.id – Semangat kebersamaan terpancar melalui sinergi antara Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Kaji Ipuk, dengan komunitas Bonek.
Momen keakraban ini ditandai dengan agenda nonton bareng (nobar) Piala Dunia antara Portugal melawan Uzbekistan yang digelar pada Selasa malam, 23 Juni 2026.
Kegiatan nobar ini bukan sekadar ajang hiburan sepak bola, melainkan cerminan dari komitmen Kaji Ipuk dalam merangkul Bonek sebagai elemen strategis dalam menjaga kondusivitas kota.
“Kami ingin menegaskan pentingnya mengubah paradigma suporter menjadi modal sosial yang konstruktif bagi pembangunan Surabaya,” katanya, Rabu, 24 Juni 2026.
Dalam silaturahmi yang digelar di Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya itu, Kaji Ipuk mengajak para pendukung setia Persebaya Surabaya ini untuk lebih berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Bonek adalah aset Kota Surabaya. Yang terpenting keberadaan mereka jangan sampai menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, justru harus menjadi kekuatan yang menjaga Surabaya,” ungkap Kaji Ipuk.
Menurutnya, loyalitas dan keberanian yang menjadi ciri khas Bonek adalah aset berharga. Ia menekankan bahwa karakter tersebut harus disalurkan ke arah yang lebih produktif dan bermanfaat bagi warga Kota Pahlawan.
“Keberanian dan loyalitas itu harus kita rumuskan bersama agar menunjukkan bahwa arek Surabaya itu Wani (berani), tapi bukan berani merusak kota atau membuat masyarakat takut,” tegasnya.
Kaji Ipuk pun membuka pintu lebar-lebar bagi komunitas Bonek untuk memanfaatkan Rumah Dinas Ketua DPRD sebagai ruang dialog.
Ia berharap, melalui komunikasi yang intens, berbagai stigma negatif yang selama ini melekat dapat terkikis, digantikan dengan citra Bonek sebagai pelopor solidaritas dan penjaga harmoni kota.
Ke depannya, Kaji Ipuk ingin Bonek tidak hanya dikenal sebagai pendukung setia klub kebanggaan, tetapi juga sebagai simbol warga yang turut menjaga Surabaya tetap aman, nyaman, dan penuh dengan semangat persaudaraan.
“Saya persilakan komunitas Bonek menggunakan rumah dinas ini untuk berkumpul, bermusyawarah, menyatukan visi dan misi. Tidak hanya mendukung Persebaya sebagai klub kebanggaan Surabaya, tetapi juga mendukung Surabaya agar tetap aman, tenteram, dan solid dalam semangat gotong royong,” pungkasnya.












