Jatim

KSOP Kelas IV Kalianget Dukung Penanaman 5.000 Mangrove dan Malapari untuk Jaga Pesisir

×

KSOP Kelas IV Kalianget Dukung Penanaman 5.000 Mangrove dan Malapari untuk Jaga Pesisir

Sebarkan artikel ini
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa mangrove memiliki peran penting bagi keseimbangan lingkungan laut dan pesisir.
Example 468x60

Kalianget, Jatimmandiri.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget ikut mendukung kegiatan penanaman 5.000 mangrove dan malapari yang digelar PT Radiant Utama Interinsco Tbk di kawasan pesisir Kalianget, Sumenep, pada Selasa (10/6/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan seremoni pembukaan di ruang rapat KSOP Kelas IV Kalianget, sebelum dilanjutkan dengan penanaman bibit di area pesisir. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung rehabilitasi wilayah pantai.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Penanaman mangrove dan malapari tahun ini merupakan pelaksanaan tahun kedua.

Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum menanam mangrove di pesisir pantai Kalianget.

Selain sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Sebanyak 5.000 bibit yang ditanam pada 2026 itu diproyeksikan memberi manfaat jangka panjang, mulai dari mengurangi risiko abrasi pantai, memperbaiki kualitas ekosistem pesisir, hingga mendukung mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan mangrove menyerap karbon.

Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa mangrove memiliki peran penting bagi keseimbangan lingkungan laut dan pesisir.

“Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir,” ujarnya.

Selain mangrove, penanaman pohon malapari juga menjadi perhatian dalam program ini. Tanaman tersebut dikenal adaptif di wilayah pesisir dan bermanfaat untuk menjaga kestabilan tanah serta mendukung penghijauan kawasan pantai.

Menurut penyelenggara, program ini tidak berhenti pada tahap penanaman saja. Kegiatan juga mencakup pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkala agar tingkat keberhasilan semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Setelah seremoni pembukaan, para peserta turun langsung ke lokasi penanaman untuk menanam bibit mangrove dan malapari sebagai wujud komitmen bersama terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Baca Juga  Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting

Sejumlah instansi juga hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Kecamatan Kalianget, BPBD Kabupaten Sumenep, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, serta PT Garam.

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa konservasi lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, upaya rehabilitasi kawasan pesisir diharapkan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Program penanaman 5.000 mangrove dan malapari tahun kedua ini diharapkan mampu menjaga ekosistem pesisir Kalianget, mengurangi risiko abrasi, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menjadi bukti kepedulian bersama dalam mewujudkan kawasan pesisir yang lestari, produktif, dan berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *