Nasional

Evaluasi Haji 2026: Catatan Ning Lia di Mina hingga Apresiasi Bagi Petugas

×

Evaluasi Haji 2026: Catatan Ning Lia di Mina hingga Apresiasi Bagi Petugas

Sebarkan artikel ini
Anggota DPD RI Lia Istifhama turut melaksanakan ibadah haji 2026.
Example 468x60

Arab Saudi, Jatimmandiri.id – Penyelenggaraan ibadah haji kini memasuki fase krusial, Selasa, 2 Juni 2026.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Moch Irfan Yusuf, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan dengan memfokuskan perhatian pada dua aspek vital.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Yakni, optimalisasi pelayanan jemaah di Mina serta penguatan aspek istithaah kesehatan.

Menhaj Irfan mencatat, meski pelaksanaan haji tahun ini secara umum berjalan relatif baik, terdapat sejumlah evaluasi mendasar demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah di masa mendatang.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, turut memberikan sorotan tajam terkait dinamika di lapangan.

Ia mengakui bahwa Mina merupakan fase terberat bagi jemaah. Meski demikian, Ning Lia, sapaan akrabnya, memberikan apresiasi atas ketegasan kebijakan Pemerintah Arab Saudi, terutama dalam perlindungan jemaah dari risiko cuaca panas ekstrem dan kepadatan arus di area Jamarat.

“Jika dipaksakan siang hari dengan waktunya panas seperti itu, pasti banyak jemaah yang tidak kuat. Saya melihat bahwa kebijakan dan pengawasan dari pemerintah Arab Saudi sangat memperhatikan kondisi jemaah di dunia, sampai diperhatikan sesuai fisiknya agar bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

“Larangan itu juga supaya tidak terjadi penumpukan. Begitupula saat wukuf, semua diperhatikan oleh pemerintah,” sambung Ning Lia.

Dalam menyikapi keterbatasan geografis Mina, ia mendukung upaya pemerintah mencari formula inovatif, seperti konsep tenda bertingkat.

“Opsi lainnya pernah saya sampaikan sebelumnya optimalisasi skema tanazul yakni memulangkan atau menempatkan jemaah di hotel Makkah saat mabit, bukan di tenda Mina, yang penting adalah wajibnya saja,” tambahnya.

Di luar aspek teknis, Ning Lia memberikan apresiasi khusus bagi para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Ia menyoroti sisi humanis petugas yang kerap mengesampingkan kepentingan pribadi demi memastikan kelancaran ibadah jemaah.

Baca Juga  Perbaikan Jalan Amblas di Lenteng Agung Dikebut, Jalur Utama Ditarget Normal dalam Tiga Hari

“Banyak petugas kita yang saking fokusnya melayani, sampai lupa menjaga kesehatan diri sendiri. Yang lebih menyedihkan, ada fenomena di mana mereka rela merogoh kocek pribadi, mengganti biaya dengan uang sendiri demi bisa mengikuti pelatihan agar bisa melayani jemaah dengan lebih pintar dan cekatan,” ujar Ning Lia.

Namun, ia juga memberikan catatan kritis bahwa dedikasi tinggi tersebut idealnya diimbangi dengan proteksi kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi petugas.

Terlebih, beban kerja petugas tidak usai begitu saja setelah rangkaian Armuzna berakhir.

“Meski begitu saya melihat dedikasi tinggi ini belum sepenuhnya diimbangi dengan perhatian yang layak terhadap kesejahteraan dan proteksi kesehatan para petugas itu sendiri. Ketiadaan jumlah petugas kesehatan yang ideal juga memperberat beban kerja mereka di lapangan,” lanjutnya.

“Saya sangat apresiasi petugas haji kita, bayangkan sudah selesai Armuzna tugasnya masih panjang sampai jemaah kita pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat, ini perjuangan luar biasa,” imbuh Ning Lia.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah sekaligus Naib Amirul Hajj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, telah menginstruksikan seluruh petugas untuk tetap siaga.

Mengingat fase pascaArmuzna sangat menguras fisik jemaah, terutama lansia, petugas diminta sigap merespons setiap kendala mulai dari transportasi hingga layanan pemondokan.

“Saya angkat topi dengan perjuangan petugas haji jemaah Indonesia tahun 2026, sungguh keren perjuangannya,” pungkas Ning Lia.

Saat ini, operasional haji memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 30 Juni 2026.

Kloter pertama dari Embarkasi Banten dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (2/6) pagi.

Pemerintah memastikan proses kepulangan 6.798 jemaah pada fase awal ini berjalan sesuai jadwal.

Baca Juga  Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN Lewat Program PFLP 2026

Sementara jemaah gelombang kedua dijadwalkan kembali melalui Madinah pada 16 hingga 30 Juni mendatang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *