Wamena, Jatim Mandiri – Prajurit Batalion Infanteri TP 810/BEM mengikuti ibadah bersama jemaat Gereja Martin Luther Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (1/11) 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan prajurit sekaligus membina kedekatan sosial dengan masyarakat setempat.
Sejumlah prajurit Yonif TP 810/BEM yang beragama Nasrani hadir mengikuti ibadah bersama jemaat. Mereka mengenakan pakaian dinas rapi dan disambut hangat oleh masyarakat. Suasana perjumpaan berlangsung akrab, mencerminkan hubungan kekeluargaan antara prajurit dan jemaat gereja di wilayah tersebut.
Komandan Yonif TP 810/BEM Letkol Inf Iskandar menyampaikan suasana khusyuk yang menyertai kegiatan itu. “Tepat pada hari Minggu (1/11) 2026 suasana penuh kekhusyukan tampak menyelimuti Gereja Martin Luther di mana sejumlah prajurit Yonif TP 810/BEM yang beragama Nasrani tampak hadir beribadah bersama masyarakat setempat,” kata Iskandar.
Ibadah diisi dengan puji-pujian, pembacaan firman Tuhan, serta doa bersama. Jemaat dan prajurit mengikuti rangkaian kegiatan secara khidmat. Suara jemaat berpadu dengan suara para prajurit selama ibadah, menghadirkan suasana damai di Gereja Martin Luther Sentani.
“Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan puji-pujian, pembacaan firman Tuhan, serta doa bersama. Suara merdu para jemaat berpadu harmonis dengan suara lantang para prajurit, menciptakan atmosfer kedamaian yang menyentuh hati,” ujar Iskandar.
Di sela ibadah, doa khusus dipanjatkan bagi keselamatan bangsa dan negara. Doa juga ditujukan untuk keteguhan prajurit dalam mengemban tugas di wilayah penugasan, serta kesejahteraan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Papua.
Iskandar menjelaskan, kegiatan tersebut mencakup pembinaan rohani sekaligus upaya mempererat hubungan prajurit dengan masyarakat. Ia menyebut ibadah bersama bukan hanya pemenuhan kewajiban spiritual, tetapi juga wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Ibadah bersama masyarakat ini bukan sekadar rutinitas memenuhi kewajiban spiritual, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran prajurit Yonif TP 810/BEM di Tanah Papua benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Iskandar.
Dalam menjalankan pengabdian di Tanah Papua, prajurit Yonif TP 810/BEM juga bertugas menjaga keamanan, membina teritorial, serta mendampingi keseharian masyarakat. Iskandar mengatakan landasan keimanan menjadi fondasi bagi prajurit dalam setiap langkah pengabdian tersebut.
Menurut Iskandar, Yonif TP 810/BEM tidak hanya menjalankan peran menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah. Batalyon itu juga menjadi saudara, pengayom, dan bagian dari keluarga besar masyarakat di daerah binaan. Kedekatan tersebut tampak ketika prajurit membaur, bercengkerama, dan saling menyapa dengan jemaat.
“Iman yang kuat adalah landasan utama bagi prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian dengan tulus dan Ikhlas. Para prajurit tampak membaur bersama jemaat, bercengkerama, dan saling menyapa dengan penuh keakraban,” ujarnya.
Iskandar menilai peribadatan bersama menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kedekatan emosional prajurit dengan masyarakat. Melalui kebersamaan itu, prajurit Yonif TP 810/BEM dan warga diharapkan melangkah bersama membangun masa depan Papua yang aman, damai, dan penuh kasih.
