Ekbis

Ekspor Indonesia Menurun pada November 2025, Sektor Tambang Jadi Penyebab Utama

×

Ekspor Indonesia Menurun pada November 2025, Sektor Tambang Jadi Penyebab Utama

Sebarkan artikel ini
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini.
Example 468x60

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai USD 22,52 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan 6,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam konferensi pers yang digelar beberapa waktu lalu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa penurunan terjadi pada ekspor migas maupun nonmigas.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai USD 22,52 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan 6,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa penurunan terjadi pada ekspor migas maupun nonmigas.

Lebih lanjut, BPS memaparkan kinerja ekspor nonmigas berdasarkan sektor usaha. Dari total ekspor nonmigas sebesar USD 21,64 miliar, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD 18,11 miliar. Adapun sektor pertambangan dan lainnya berkontribusi sebesar USD 2,99 miliar, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang USD 0,54 miliar.

Meski masih menjadi kontributor utama ekspor nasional, seluruh sektor tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya yang merosot 22,28 persen secara tahunan, dengan andil penurunan mencapai 3,55 persen terhadap total ekspor nonmigas.

Pudji menjelaskan, melemahnya kinerja sektor tersebut terutama dipicu oleh turunnya ekspor sejumlah komoditas tambang unggulan.

“Penurunan secara tahunan ini utamanya disebabkan oleh penurunan nilai ekspor batu bara, biji tembaga, lignit, bijih zirkonium, zirkonium, niobium dan tantalum serta bijih titanium,” ujarnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan pada sektor komoditas, khususnya pertambangan, masih menjadi faktor utama yang menahan laju ekspor Indonesia hingga akhir 2025.
*Ay

Example 300250
Baca Juga  Prabowo Matangkan Kebijakan DHE dan Ekspor Strategis Jelang Berlaku 1 Juni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *