Ekbis

Airlangga Yakin APBN Kuat Hadapi Lonjakan Harga Minyak

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Airlangga Yakin APBN Kuat Hadapi Lonjakan Harga Minyak

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Lonjakan harga minyak dunia hingga menembus 100 dolar AS per barel menjadi tantangan bagi ketahanan fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini APBN masih mampu menyerap tekanan harga energi, sembari pemerintah menyiapkan bantuan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Airlangga mengatakan kemampuan anggaran negara masih mencukupi untuk menghadapi harga minyak hingga 95 dolar AS. Sementara itu, harga minyak yang dibeli pemerintah saat ini berada pada kisaran 91–92 dolar AS.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Dari segi APBN kita bisa serap. Jadi itu yang tadi kami sampaikan,” ujar Airlangga di Istana Negara, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, tekanan terhadap perekonomian belum akan berakhir dalam waktu dekat. Situasi geopolitik internasional diperkirakan tetap menjadi tantangan hingga tahun depan, sehingga pemerintah membutuhkan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampaknya.

“Karena situasi geopolitik tidak akan berubah untuk memasuki tahun depan,” ujarnya.

Konflik internasional dan gangguan pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga minyak. Pada saat bersamaan, pelemahan rupiah dapat memperbesar biaya impor karena transaksi minyak umumnya menggunakan dolar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah menjaga keseimbangan antara kemampuan APBN menanggung tekanan eksternal dan kebutuhan mempertahankan stabilitas ekonomi domestik. Airlangga pun meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, bekerja sama menghadapi ketidakpastian global.

Selain mengantisipasi tekanan energi, pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk menopang konsumsi rumah tangga hingga akhir 2026. Langkah tersebut mencakup bantuan pangan berupa beras 10 kilogram selama tiga bulan, bantuan subsidi upah, serta diskon pada periode Natal dan Tahun Baru.

Airlangga menyebut pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk mendukung berbagai program tersebut.

Baca Juga  Pemerintah Resmi Buka Kredit Perempuan Prasejahtera

Kebijakan bantuan diharapkan menjaga daya beli masyarakat ketika tekanan harga energi berpotensi memengaruhi biaya hidup dan aktivitas ekonomi. Namun, perkembangan harga minyak, nilai tukar rupiah, serta situasi geopolitik tetap menjadi faktor penting yang menentukan besarnya tekanan terhadap anggaran negara.

Dengan kombinasi pengelolaan fiskal dan dukungan sosial, pemerintah berupaya menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus mempertahankan konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *