Bojonegoro, Jatimmandiri.id – Suka cita Tengah menyelimuti Sanggar Tari Pancaloka yang berhasil mengumpulkan lebih dari 50 piala sejak berdiri pada 28 Oktober 2025. Capaian tersebut menjadi bukti keseriusan sanggar ini dalam mengembangkan bakat seni generasi muda sekaligus menjaga kelestarian budaya melalui karya tari dan pertunjukan.
Pancaloka tidak hanya menjadi tempat belajar menari, tetapi juga ruang untuk membangun kreativitas, kedisiplinan, karakter, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Sanggar ini membuka pelatihan berjenjang bagi anak-anak hingga dewasa.
Terdapat tiga kelas yang disesuaikan dengan kelompok usia, yakni Alit Kirana untuk usia 4–6 tahun, Candra Munggar bagi usia 6–9 tahun, serta Wirasatya untuk peserta berusia 10–30 tahun.
Kegiatan latihan berlangsung setiap Kamis dan Sabtu pukul 16.00–20.00 WIB di PIG Geopark Bojonegoro atau BCH (Bojonegoro Creative Hub).
Tampil di Berbagai Festival
Prestasi Pancaloka ditorehkan melalui partisipasi dalam sejumlah ajang seni, di antaranya Yogyakarta International Dance Carnival 2025, Rhapsody Nusantara, Festival Nuswantara 3, Ufestatra, dan Ngumbar Gerak. Berbagai kompetisi tersebut menjadi ruang bagi anggota sanggar untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas pengalaman panggung.
Kontribusi Pancaloka juga terlihat dalam perhelatan daerah. Pada peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 tahun 2026, sanggar ini dipercaya menjadi koreografer sekaligus pelatih utama Tari Kolosal yang ditampilkan dalam upacara peringatan.

Selain mengikuti kompetisi, Pancaloka produktif melahirkan karya orisinal. Sejumlah pementasannya meliputi Jambul Mliwis Putih Malowopati, Murube Oncor Malem Songo, dan Gumregah Reripta.
Karya-karya tersebut memadukan gerak tari, tata musik, dan narasi untuk menghadirkan pertunjukan yang berkarakter.
Menjaga Warisan Budaya
Melalui pembinaan berjenjang, partisipasi festival, dan produksi karya, Pancaloka berupaya memperluas ruang tumbuh bagi penari muda Bojonegoro. Keberadaan sanggar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan seni tradisi agar tetap berkembang di tengah perubahan zaman.
Dengan bekal pengalaman dan prestasi, Pancaloka berpeluang memperluas kiprahnya ke panggung nasional hingga internasional.












