Olahraga

Carrick dan Bruno Fernandes Saling Kritik Usai Manchester United Dibantai Como 4-1

Penulis: Saint BrunoEditor: Eko Yudiono
×

Carrick dan Bruno Fernandes Saling Kritik Usai Manchester United Dibantai Como 4-1

Sebarkan artikel ini
Manchester United kalah 1-4 dari Como. Michael Carrick dan Bruno Fernandes saling melontarkan kritik setelah performa buruk Setan Merah.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Hubungan pelatih Manchester United, Michael Carrick, dengan kapten tim Bruno Fernandes menjadi sorotan setelah Setan Merah menelan kekalahan telak 1-4 dari Como.

Pernyataan keduanya seusai pertandingan mengindikasikan adanya perbedaan pandangan terkait taktik dan performa tim.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Manchester United tampil mengecewakan saat bertandang ke markas Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu malam. Kekalahan tersebut menjadi yang kelima bagi MU dalam 11 pertandingan musim ini. Hasil buruk itu juga semakin memperbesar tekanan terhadap posisi Carrick sebagai pelatih.

Fernandes, yang ditarik keluar pada menit ke-67, secara tidak langsung mempertanyakan pendekatan taktik yang diterapkan tim pelatih. Ia menyoroti keputusan staf pelatih yang tidak menerapkan penjagaan satu lawan satu secara ketat ketika melakukan tekanan terhadap lawan.

“Staf pelatih memutuskan untuk tidak melakukan pressing satu lawan satu dan terkadang membiarkan ruang kosong di belakang,” ujar Fernandes seusai pertandingan.

Pernyataan sang kapten tersebut kemudian ditanggapi Carrick dalam konferensi pers setelah pertandingan. Pelatih berusia 45 tahun itu memberikan penjelasan mengenai pendekatan taktik tim sekaligus menyinggung persoalan mendasar yang dinilainya menjadi penyebab kekalahan.

“Kami sebenarnya menerapkan pressing setengah man-to-man pada babak kedua, tetapi kemudian justru kebobolan melalui situasi tersebut,” kata Carrick.

Ia menegaskan, apa pun sistem dan strategi yang digunakan, sebuah tim tidak akan mampu meraih kemenangan jika para pemain tidak bekerja keras di lapangan.

“Strategi apa pun yang digunakan, jika kalian tidak berlari, tidak bergerak maju, dan tidak berlari kembali untuk bertahan, kalian tidak akan menang,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memunculkan kesan bahwa Carrick tidak hanya menanggapi kritik Fernandes soal taktik, tetapi juga menyoroti etos kerja para pemain Manchester United secara keseluruhan.

Baca Juga  Diduga Jadi Korban Tabrak Lari, Pria 61 Tahun Ditemukan Tewas di Tepi Jalan Sragen

Masa Depan Carrick Kian Disorot

Perselisihan pernyataan antara Carrick dan Fernandes semakin memperkuat spekulasi mengenai masa depan sang pelatih. Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah Manchester United melewati tujuh pertandingan tanpa kemenangan.

Carrick menandatangani kontrak berdurasi dua tahun pada Mei lalu setelah berhasil membawa Manchester United finis di posisi ketiga klasemen Liga Inggris. Namun, hasil buruk belakangan ini membuat posisinya kembali menjadi perhatian.

Ketika ditanya apakah dirinya khawatir akan dipecat, Carrick menegaskan bahwa ia belum memikirkan nasib pribadinya. Ia mengaku lebih memprioritaskan perasaan para pendukung yang harus menyaksikan tim kesayangannya tampil jauh dari harapan.

“Saya belum memikirkan posisi saya sendiri. Ini tentang para pendukung. Saya juga pernah menjadi salah satu dari mereka yang menyaksikan pertandingan, dan saya sama sekali tidak senang dengan apa yang terjadi,” ujar Carrick.

Ia mengaku sangat kecewa dengan penampilan tim dan menilai cara Manchester United menjalani pertandingan tersebut tidak dapat diterima. Seusai laga, Carrick juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung yang telah datang langsung untuk memberikan dukungan.

“Sejujurnya, saya sangat marah. Kami bisa menang atau kalah, tetapi cara kami bermain malam ini tidak bisa diterima. Saya hanya ingin para pendukung tahu bahwa saya memahami kekecewaan mereka,” katanya.

Kekalahan dari Como bukan sekadar persoalan hasil di papan skor. Perbedaan pernyataan antara pelatih dan kapten tim turut menambah sorotan terhadap kondisi internal Manchester United. Carrick kini menghadapi tantangan besar untuk membenahi performa tim sekaligus meredakan tekanan yang terus meningkat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

PSM Makassar vs Persebaya Surabaya Surabaya, Jatim Mandiri Persebaya Surabaya memburu poin di markas PSM Makassar untuk memperbaiki posisi klasemen,…