Edu-Life & Sportꦧꦸꦢꦪ

Pemerintah Revitalisasi Candi Muara Takus, Jejak Peradaban Sriwijaya Diungkap

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Pemerintah Revitalisasi Candi Muara Takus, Jejak Peradaban Sriwijaya Diungkap

Sebarkan artikel ini
Prosesi perayaan Waisak Nasional Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) 2563 BE/2019 di Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar, Riau.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Upaya penyelamatan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Riau, akan diarahkan pada pemulihan kondisi bangunan sekaligus penelusuran struktur candi yang diduga masih terpendam di luar kawasan utama. Kementerian Kebudayaan menyiapkan restorasi, revitalisasi, dan ekskavasi untuk mengungkap cakupan kompleks peninggalan sejarah Buddha yang berkaitan dengan peradaban Sriwijaya tersebut.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung situs itu dan berdialog dengan para arkeolog guna mengetahui kondisi terkini bangunan bersejarah tersebut. Kompleks Candi Muara Takus pernah dipugar pada 1978 hingga 1987, tetapi kini sejumlah bagian bangunannya mengalami degradasi akibat pelapukan dan penggaraman.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Upaya konservasi tidak cukup dilakukan melalui perbaikan fisik semata, tetapi perlu disertai sistem perlindungan material yang sesuai dengan kondisi lingkungan situs,” katanya, sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Senin.

Menurut Fadli, penanganan kerusakan membutuhkan pengaturan tata air, pengendalian kelembapan, serta kajian stabilisasi kimiawi material. Langkah tersebut diperlukan untuk mengatasi penggaraman sekaligus memperlambat pelapukan batu penyusun candi.

Ekskavasi Dibidik untuk Ungkap Struktur Tersembunyi

Selain persoalan konservasi, peninjauan juga menemukan indikasi struktur candi di luar pagar utama kompleks yang ada saat ini. Kawasan Candi Muara Takus sekarang terdiri atas empat candi, tetapi penelitian arkeologis menunjukkan kemungkinan terdapat bangunan lain di sekitarnya.

“Kompleks ini semestinya memiliki cakupan yang lebih besar daripada yang ditemukan sekarang, yakni terdiri atas empat candi. Mungkin terdapat candi-candi lain,” kata Menteri Kebudayaan.

“Berdasarkan penelitian, pada jarak sekitar 100 meter di luar pagar juga ditemukan candi lain yang lokasinya sekarang menjadi kebun. Area ini nantinya akan kita coba ekskavasi sehingga mungkin dapat ditemukan struktur-struktur lainnya,” ia menjelaskan.

Baca Juga  Unai Emery Antar Aston Villa Juara Liga Europa, Ukir Rekor Pelatih Elite Eropa

Tim peneliti menyiapkan ekskavasi untuk mengungkap objek yang terpendam dan memetakan kawasan candi secara menyeluruh. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan batas situs, strategi perlindungan, serta rencana pengembangan kawasan.

Berdasarkan kajian historis dan arkeologis, Candi Muara Takus memiliki arti penting dalam sejarah kebudayaan Buddha di Nusantara serta keterkaitannya dengan perkembangan Sriwijaya dan jejaring budaya Buddhis di Asia.

Fadli menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, arkeolog, dan tenaga ahli konservasi. Restorasi dan penelitian lanjutan tidak hanya bertujuan mencegah kerusakan, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan peradaban Nusantara.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Kedalaman dan bentuk dasar laut Gosong Gia tidak dapat dijelaskan hanya melalui kenaikan permukaan laut, karena…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Kenaikan permukaan laut setelah zaman es mengubah Sundaland dari bentang daratan luas menjadi wilayah yang sebagian…