Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Krisis iklim lokal dan paparan cuaca panas terik yang ekstrem melanda wilayah Kabupaten Sidoarjo akhir pekan ini, memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat.
Suhu udara yang menyengat hingga menembus angka 37°C membuat instansi kesehatan bergerak cepat mengeluarkan peringatan dini bagi seluruh warga Kota Delta.
Lonjakan suhu yang sangat ekstrem ini berisiko tinggi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi parah pada pekerja luar ruangan, hingga kerentanan fisik bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan yang harus beraktivitas di bawah terik matahari siang hari.
Menghadapi ancaman krisis kesehatan tersebut, manajemen rumah sakit rujukan utama daerah langsung menyiagakan fasilitas darurat guna mengantisipasi potensi lonjakan pasien.
Plt Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo, dr Prima Dessy Kusuma Rakhmawati MKes, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan instalasi gawat darurat (IGD) dan poliklinik untuk siaga penuh mengantisipasi kenaikan kasus akibat dehidrasi berat dan gangguan pernapasan.
“Kami di RSUD RT Notopuro telah menyiapkan kesiapan layanan medis secara optimal untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus kesehatan akibat cuaca panas ekstrem yang mencapai 37 derajat celcius ini. Kasus dehidrasi akut pada pekerja lapangan serta perburukan gejala ISPA pada anak-anak dan lansia menjadi perhatian utama kami. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala pusing hebat, kelelahan akibat panas atau sesak napas,” tegas Prima saat memberikan keterangan resmi, Minggu (18/10/2026).
Langkah sigap serupa juga diambil oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo dengan menerbitkan imbauan mitigasi lintas wilayah ke seluruh puskesmas di berbagai kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, Dr dr Lakhsmie Herawati Yuwantina MKes, mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik di bawah terik matahari secara langsung serta memperbanyak konsumsi air putih guna menekan risiko sengatan panas (heatstroke).
“Dinas Kesehatan telah mengedarkan peringatan dini ke seluruh jajaran puskesmas agar siaga melakukan sosialisasi pencegahan dampak cuaca ekstrem. Mengengingat suhu di Sidoarjo melonjak hingga 37 derajat celcius, kami menyarankan warga, terutama anak-anak sekolah dan pekerja luar ruangan, untuk mengenakan pelindung diri seperti payung, topi, serta rutin meminum air putih sebelum merasa haus guna menghindari dehidrasi laten dan infeksi saluran pernapasan,” ungkap Lakhsmie.
Melalui langkah antisipatif ini, Pemkab Sidoarjo berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan mandiri serta saling menjaga kesehatan keluarga di tengah gelombang cuaca panas terik yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.












