Jatim

Menteri PPN dan Wamentan Dorong Hilirisasi Pertanian, Lamongan Siap Tingkatkan Produktivitas Pangan

×

Menteri PPN dan Wamentan Dorong Hilirisasi Pertanian, Lamongan Siap Tingkatkan Produktivitas Pangan

Sebarkan artikel ini
Atas prestasi tersebut, Wamentan Sudaryono memberikan apresiasi berupa bantuan alat dan mesin pertanian, meliputi combine harvester, traktor, dan drone pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas petani.
Example 468x60

Lamongan, Jatimmandiri.id – Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern dan penguatan hilirisasi.

Upaya tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, saat menghadiri Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Pertanian, Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.

Dalam kesempatan itu, Rachmat Pambudy menjelaskan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya hilirisasi di sektor pertanian.

Menurutnya, hilirisasi tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha di sektor hilir, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia mengapresiasi kemajuan teknologi pertanian yang telah diterapkan di Lamongan, mulai dari pembibitan menggunakan baki tray, penanaman dengan mesin transplanter, pemupukan menggunakan drone, hingga proses panen memakai combine harvester.

Menurut Rachmat, integrasi teknologi tersebut perlu dilanjutkan dengan pengelolaan hasil panen yang lebih baik melalui proses penyortiran, penyimpanan, dan distribusi yang didukung koperasi.

“Arahan Bapak Presiden adalah melakukan hilirisasi pertanian. Dengan sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga para petani padi,” ujar Rachmat Pambudy.

Ia menilai Lamongan memiliki potensi besar karena tidak hanya unggul dalam produksi padi dan jagung, tetapi juga memiliki peluang kuat dalam pengembangan sektor hilir pertanian.

“Lamongan tidak hanya unggul dalam produksi pertanian, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan hilirisasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur, Lamongan berhasil mencatatkan capaian positif meski tidak memiliki luas lahan sawah terbesar.

Baca Juga  Pemprov Jatim Geser Jadwal WFH ASN ke Hari Jumat Mulai Juni 2026

Daerah ini bahkan mampu melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditetapkan pemerintah pusat pada 2025.

Atas prestasi tersebut, Wamentan Sudaryono memberikan apresiasi berupa bantuan alat dan mesin pertanian, meliputi combine harvester, traktor, dan drone pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas petani.

Sudaryono menilai semangat dan kerja keras petani Lamongan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Menurutnya, kunci utama meningkatkan hasil panen adalah memperluas area tanam yang didukung oleh ketersediaan sarana produksi pertanian.

“Kalau ingin panen lebih banyak, maka yang harus dilakukan adalah menanam lebih banyak. Untuk itu seluruh kebutuhan petani harus dipenuhi, mulai dari air, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian. Jika semua terpenuhi, maka luas tanam meningkat dan hasil panen juga akan bertambah,” kata Sudaryono.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi target Luas Tambah Tanam sebesar 233 ribu hektare pada 2026.

Menurutnya, berbagai langkah strategis terus dilakukan, termasuk optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan bantuan pompa air, serta normalisasi saluran irigasi guna menghadapi perubahan musim yang semakin dinamis.

Selain itu, Pemkab Lamongan juga terus mendorong penggunaan teknologi modern dalam sektor pertanian, mulai dari perbaikan kualitas benih hingga penerapan sistem tanam yang lebih efektif.

“Menghadapi perubahan musim, kami akan memaksimalkan fungsi irigasi yang ada, memanfaatkan bantuan pompa, serta melakukan perbaikan dan normalisasi saluran irigasi. Di sisi lain, penggunaan teknologi modern untuk penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama juga terus kami tingkatkan,” ujar Yuhronur Efendi.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan penerapan teknologi pertanian modern, Lamongan optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu sentra produksi pangan terbesar di Jawa Timur sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *