Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Pelestarian budaya Jawa mendapat ruang kreatif di SD Antawirya Islamic Center Sidoarjo. Ratusan siswa menuliskan aksara Jawa di atas kain putih sepanjang 600 meter, Rabu (14/10/2026), sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak dini.
Kegiatan kolosal tersebut tidak hanya diarahkan untuk membidik rekor, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan literasi budaya kepada generasi muda. Para siswa menorehkan beragam kata mutiara dan pitutur luhur berbahasa Jawa, termasuk filosofi becik ketitik, ala ketara yang mengajarkan bahwa kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terungkap.
Kepala SD Antawirya Islamic Center Sidoarjo, Sumarno, S.Pd., mengatakan, kegiatan berskala besar itu dirancang untuk membangun kebanggaan siswa terhadap identitas budaya daerah di tengah perkembangan teknologi digital.
“Aksi menulis Aksara Jawa sepanjang 600 meter ini merupakan komitmen sekolah kami untuk menanamkan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Kami ingin anak-anak sejak dini mengenal dan mencintai identitasnya sebagai generasi Jawa yang berbudaya,” ujar Sumarno.
Menurut dia, pesan moral dalam pitutur luhur yang ditulis siswa juga menjadi media pembelajaran tentang kejujuran dan budi pekerti. Dengan terlibat langsung, anak-anak diharapkan tidak sekadar mengenal bentuk aksara, tetapi memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), Ribut Wijoto. Ia menilai pendekatan edukasi melalui praktik langsung dapat membantu menjaga keberlanjutan tradisi di kalangan generasi muda.
“Aksara Jawa bukan sekadar deretan huruf kuno, melainkan kristalisasi nilai filosofi hidup bangsa kita yang tinggi,” ungkap Ribut. Ia berharap kegiatan serupa ditiru sekolah lain agar pelestarian budaya semakin meluas.
Setelah seluruh permukaan kain terisi, karya sepanjang lebih dari setengah kilometer itu direncanakan dipajang di area publik sekolah. Kain tersebut akan menjadi monumen pengingat sekaligus media edukasi kebudayaan bagi masyarakat.












