Lumajang, Jatimmandiri.id – Pengembangan kepemimpinan, akses beasiswa, dan pembinaan bakat siswa menjadi perhatian dalam kunjungan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. M. Nur Purnomosidi, ke SMAN 1 Tempeh, Kabupaten Lumajang. Dalam pertemuan tersebut, ia menawarkan dukungan anggaran Rp35 juta untuk kegiatan OSIS sekaligus mendorong siswa berani melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Anggota DPR yang akrab disapa Bang Pur itu menantang pengurus OSIS menyelenggarakan program Parlemen Remaja atau lomba cerdas cermat bertema Pancasila yang melibatkan sekolah-sekolah di Lumajang. Kegiatan tersebut diharapkan memperluas wawasan kebangsaan, demokrasi, dan kemampuan kepemimpinan siswa. Peserta terbaik juga berpeluang diundang mengikuti kegiatan atau rapat di Gedung DPR RI, Jakarta.
Bang Pur menegaskan, latar belakang ekonomi bukan penentu masa depan seseorang. Keinginannya menjadi wakil rakyat terwujud saat terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014, kemudian kembali terpilih pada 2019 dan 2024. Ia juga menyinggung perjalanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai contoh bahwa latar belakang sederhana tidak menutup peluang menjadi pemimpin.
“Bukan hal yang mustahil bagi siapa pun, terutama bagi kita yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja, untuk bisa menjadi pemimpin di negeri ini,” ujar Bang Pur.
Selain motivasi, Bang Pur mengingatkan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) agar menggunakan bantuan untuk kebutuhan pendidikan, seperti buku dan perlengkapan sekolah. Ia turut mengenalkan peluang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), Beasiswa Unggulan, dan LPDP untuk melanjutkan studi S1 hingga S2 dan S3, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, sesuai persyaratan masing-masing program.
Kepala SMAN 1 Tempeh, Sutrisno, menyebut sekolah menerima 324 siswa dari sekitar 700 pendaftar. Dengan total sekitar 945 siswa, keterbatasan ruang belajar dan fasilitas juga menjadi tantangan untuk mengakomodasi pembelajaran serta kegiatan olahraga, seni, dan ekstrakurikuler.
“Kemajuan sekolah tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada semangat siswa dan kualitas tenaga pendidik. Namun, fasilitas tetap memiliki dampak terhadap kelancaran kegiatan belajar dan pengembangan bakat anak-anak,” ujarnya.

Sutrisno mengapresiasi kunjungan tersebut karena memberi kesempatan siswa mengenal peran wakil rakyat sekaligus memperoleh motivasi pendidikan. Ia menyebut 63 siswa menerima bantuan PIP melalui aspirasi anggota dewan dan berharap semakin banyak siswa memperoleh bantuan sesuai kriteria.
Di sisi lain, SMAN 1 Tempeh terus mengembangkan potensi siswa melalui hampir 20 kegiatan ekstrakurikuler. Pembina OSIS, Dimas Dwicahya Nandana, MPd, mengatakan sekolah memberi dispensasi saat perlombaan dan kesempatan latihan di luar jam pelajaran bagi siswa kelas X dan XI, tanpa membatasi cabang olahraga.
“Anak-anak tetap kami dorong untuk mengikuti pembelajaran di sekolah. Di sisi lain, mereka juga perlu mendapatkan kesempatan berlatih agar potensi dan keterampilan yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal,” kata Dimas.
Pembinaan mencakup ju-jitsu, pencak silat, catur, kriket, hingga atletik disabilitas. Seorang siswa kriket terpilih mengikuti program latihan PCI di Lumajang sebelum Kejurprov Jawa Timur. Siswa dengan cerebral palsy juga menjalani pembinaan lari 100 dan 200 meter melalui program olahraga disabilitas yang berkaitan dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ahmad Afandi, SPd, MSi, menilai penggalian bakat perlu berjalan bersama pembentukan karakter dan tanggung jawab. Jadwal ekstrakurikuler diatur agar tidak mengganggu pembelajaran, sedangkan nilai sisipan digunakan untuk memantau perkembangan akademik atlet pelajar.
“Potensi-potensi yang dimiliki siswa harus benar-benar dimanfaatkan, digali, dan dikembangkan untuk meningkatkan prestasi sekolah agar mampu bersaing dengan sekolah lainnya,” ujar Ahmad.
Melalui dukungan kepemimpinan, beasiswa, dan pembinaan bakat, sekolah berharap siswa tetap berprestasi sekaligus memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih luas.












