Surabaya, Jatim Mandiri
Provinsi Jatim disebut mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,84 persen pada semester I 2026. Selain melampaui angka nasional 5,45 persen, pencapaian itu juga diiringi penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 0,29 persen.
Hal itu menjadi salah satu yang diungkapkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10). Ia menyebut keberhasilan pembangunan sebagai bagian dari implementasi program Nawa Bhakti Satya periode 2025–2029.
“Oleh karena itu, mari kita mengenang jasa para pahlawan kita dengan cara terhormat, yakni dengan cara bekerja keras dan membangun Jawa Timur yang berkualitas melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas Jawa Timur pada 2025-2029,” tegas Khofifah dalam pidatonya di Grahadi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,84 persen pada semester I 2026. Sementara itu, tingkat kemiskinan tercatat 9,06 persen pada Maret 2026 dan tingkat pengangguran terbuka mencapai 3,42 persen pada Mei 2026. Kemiskinan ekstrem berada di angka 0,29 persen per Maret 2026. Pemprov Jatim menargetkan penurunan angka tersebut berlanjut hingga mencapai nol persen.
Upaya pengentasan kemiskinan diarahkan melalui pemberdayaan ekonomi lokal, terutama di perdesaan. Jatim tercatat memiliki 4.716 desa mandiri pada 2026, didukung penguatan badan usaha milik desa (BUMDes) dan pengembangan program desa devisa untuk memperluas pemasaran produk unggulan lokal ke pasar global.
Selain mencatat pertumbuhan ekonomi, Jatim berperan penting dalam distribusi logistik nasional. Provinsi ini memasok hingga 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi, sekaligus menghubungkan pusat produksi dengan pasar serta kegiatan ekonomi Indonesia bagian barat dan timur.
“Konektivitas ini memberi ruang bagi hasil kerja petani, nelayan, pelaku UMKM, dan industri Jawa Timur untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pada saat yang sama, hubungan tersebut memperkuat rantai pasok dan kegiatan ekonomi di berbagai wilayah Nusantara,” urai Khofifah.
Sementara itu, penguatan industri juga dilakukan melalui fasilitasi pengembangan 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus (KEK), serta kawasan industri halal sepanjang setahun terakhir. Pemprov Jatim mendorong kemitraan dengan rantai pasok lokal untuk memperluas peluang usaha dan membuka lapangan kerja berkualitas.
Pemerataan pembangunan turut didukung peningkatan konektivitas darat dan laut. Jalan Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Tulungagung telah tersambung sepanjang 51,56 kilometer.
Sementara itu, ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi segmen Gending–Paiton sepanjang sekitar 24 kilometer telah dibuka untuk uji coba. Revitalisasi fasilitas maritim juga dilakukan di Probolinggo, Boom, Sapeken, dan Brondong, serta pelabuhan penyeberangan Paciran dan Jangkar.
Di sektor transportasi publik, Trans Jatim telah melayani delapan koridor di kawasan Gerbangkertosusila. Perluasan layanan ke wilayah Malang Raya dijadwalkan pada 30 Oktober 2026.
Di sektor pertanian, Jatim mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi gabah kering giling (GKG) pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang periode 2020–2025.
Jatim juga mempertahankan posisi pertama nasional untuk sejumlah komoditas, antara lain susu, daging sapi, telur unggas, jagung, dan hasil perikanan. Untuk memperkuat keberlanjutan surplus pangan, Pemprov Jatim menyiapkan program terintegrasi Jatim Agro Hub yang berfokus pada hilirisasi dan tata niaga pangan.
Khofifah menegaskan, pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, keterampilan tenaga kerja, daya saing produk lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari arah pembangunan berkelanjutan.
Pada momentum yang sama, Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono menilai usia ke-81 sebagai fase kematangan daerah yang menuntut tata kelola pemerintahan lebih fokus, tanggap, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Jawa Timur, kami mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Di usia yang semakin matang ini, tantangan pembangunan tentu semakin dinamis. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata,” ujar Blegur, Senin (12/10).
Blegur menegaskan, penguatan ekonomi kerakyatan harus berjalan beriringan dengan stabilitas ekonomi daerah. Dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan bermutu, serta fasilitas kesehatan yang inklusif perlu dijaga konsistensinya.
Legislator dari daerah pemilihan Kota Surabaya itu juga menyatakan DPRD Jatim akan terus membuka ruang penyerapan aspirasi masyarakat. Pengawasan terhadap regulasi dan alokasi anggaran perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan sesuai kebutuhan warga di 38 kabupaten/kota.
“Kepentingan rakyat harus ditaruh di atas segalanya. Peringatan hari jadi ini hendaknya menjadi pelecut semangat bagi kita semua untuk bekerja lebih keras, menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung, dan memastikan tidak ada masyarakat Jatim yang tertinggal dalam gerak laju pembangunan,” tegas Blegur.
Ia berharap Jatim terus menjaga stabilitas daerah yang aman, harmonis, dan berdaya saing. Peringatan Hari Jadi ke-81 diharapkan memperkuat sinergi eksekutif, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat agar capaian ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan serta peningkatan kualitas layanan publik. (har/ibn)












