Jatim

Genap 24 Tahun, BIRU Luncurkan Air RO Perdana

Penulis: NabilEditor: Ayn
×

Genap 24 Tahun, BIRU Luncurkan Air RO Perdana

Sebarkan artikel ini
Pendiri sekaligus Direktur Air Minum BIRU, Yantje Wongso saat meresmikan Air BIRU di Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Memasuki usia 24 tahun mengabdi di industri air minum isi ulang, Depo Air Minum (DAM) BIRU resmi meluncurkan lini produk terbarunya, Air Reverse Osmosis (RO). Peluncuran perdana ini dilakukan bertepatan dengan peresmian gerai baru di Jalan Barata Jaya No. 30, Surabaya, Minggu (11/10/2026) pagi.

​Surabaya dipilih sebagai kota pertama untuk peluncuran Air RO karena memiliki nilai historis sebagai tempat bermulanya konsep usaha dan standar operasional DAM BIRU sejak tahun 2002.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

​Pendiri sekaligus Direktur Air Minum BIRU, Yantje Wongso, menjelaskan bahwa hadirnya varian Air RO merupakan bentuk adaptasi perusahaan terhadap keberagaman preferensi dan kebutuhan air minum masyarakat.

​”Alasan utamanya adalah pelanggan. Selama perjalanan waktu, kebutuhan masyarakat bermacam-macam, termasuk kebutuhan akan air murni tanpa mineral. Karena itu, setelah 24 tahun beroperasi, kami memberikan variasi baru yaitu Air RO yang tersedia di satu tempat yang sama dengan air mineral biasa,” ujar Yantje di sela-sela peresmian gerai Barata Jaya.

​Teknologi Reverse Osmosis dikenal menggunakan sistem filtrasi membran canggih yang mampu menyaring mineral hingga tingkat paling minim.

Meski membutuhkan investasi perangkat yang lebih tinggi dibandingkan pengolahan air mineral alami, DAM BIRU mengambil langkah strategis dengan menetapkan harga Air RO sama persis dengan varian reguler (air mineral biasa), yaitu Rp10.000 per galon untuk wilayah Surabaya.

​”Betul investasinya lebih tinggi, tetapi karena penjualan kami berbasis volume tinggi atau kuantitas banyak tiap harinya, margin balik modal bisa kita atur lebih panjang. Prinsip kami adalah memberikan air dengan harga paling terjangkau dan kualitas paling bagus untuk pelanggan,” tegas Yantje.

​Ia menambahkan, gerai di Barata Jaya ini menjadi lokasi uji coba secara langsung (real-life pilot test) dengan konsep fasilitas gerai yang lebih luas. Evaluasi dan respons dari pelanggan di lokasi ini nantinya akan menjadi acuan sebelum teknologi RO diadopsi ke gerai-gerai BIRU lainnya di Indonesia.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Perhutani KPH Nganjuk dan Disporabudpar Resmi Perpanjang Kerja Sama Pengelolaan Wisata

​Saat ini, jaringan DAM BIRU telah mencapai lebih dari 845 gerai yang tersebar di 47 kota dan 15 provinsi di Indonesia, dengan sebaran terbesar berada di kawasan Jabodetabek (sekitar 300 gerai).

​Memasuki periode musim kemarau yang cukup panjang tahun ini, volume konsumsi masyarakat terhadap air minum mengalami peningkatan signifikan. Manajemen DAM BIRU optimis mampu melampaui target pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 15 persen.

​”Musim panas yang panjang serta berbagai program promosi membuat tren penjualan sangat positif. Kami optimis target pertumbuhan 15 persen tahun ini bisa terlampaui,” pungkas Yantje.

Untuk pasokan air baku di wilayah Surabaya dan sekitarnya, DAM BIRU mengandalkan sumber air dari Prigen guna menjaga efisiensi biaya transportasi dan keterjangkauan harga jual.

​Kualitas dan efisiensi harga yang ditawarkan DAM BIRU diakui oleh para pelanggan setianya. Yono, salah satu konsumen yang hadir dalam peresmian gerai Barata Jaya, mengaku telah menjadi pelanggan setia sejak sebelum pandemi.

​”Saya sudah langganan di Air Minum BIRU sejak sekitar tahun 2017. Kebetulan hari ini ada brosur promosi gratis jadi saya langsung datang. Tapi biarpun bayar, saya tetap beli di BIRU karena kualitas airnya sangat bagus dan terjamin,” tutur Yono.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *