Jatim

Indeks Harmoni Indonesia 2026, Lamongan Raih Peringkat Kedua se-Jatim

Penulis: RedaksiEditor: Eko Yudiono
×

Indeks Harmoni Indonesia 2026, Lamongan Raih Peringkat Kedua se-Jatim

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Lamongan meraih skor Indeks Harmoni Indonesia 2026 sebesar 7,60, naik dari 6,58 pada 2025 dan melampaui skor Jawa Timur sebesar 7,34.
Example 468x60

Lamongan, Jatimmandiri.id – Kabupaten Lamongan mencatat peningkatan dalam Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026. Dengan skor 7,60 dalam kategori sangat baik, Lamongan menempati peringkat kedua di Jawa Timur.

Capaian ini menunjukkan perkembangan positif dalam upaya menjaga kerukunan, toleransi, dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Peningkatan tersebut mencerminkan pentingnya menjaga hubungan sosial yang harmonis di tengah perbedaan suku, ras, dan agama.

Keharmonisan tidak hanya diwujudkan melalui kehidupan berdampingan, tetapi juga dengan membangun komunikasi, memperkuat rasa saling menghormati, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) merupakan instrumen yang dikembangkan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Indeks ini digunakan untuk menilai, memantau, dan mengukur tingkat keharmonisan masyarakat di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.

Hasil pengukuran IHaI dapat menjadi salah satu dasar penyusunan kebijakan, upaya deteksi dini potensi konflik, serta penguatan stabilitas nasional.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lamongan, Johny Indrianto, menjelaskan bahwa skor IHaI Lamongan pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, Lamongan memperoleh skor 6,58 dengan kategori baik. Setahun kemudian, nilainya naik menjadi 7,60 dan masuk kategori sangat baik. Skor tersebut juga melampaui capaian IHaI Provinsi Jawa Timur pada 2026 yang tercatat sebesar 7,34.

“Alhamdulillah, skor Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Kabupaten Lamongan tahun 2026 meningkat signifikan dari tahun 2025, sekaligus melampaui skor Provinsi Jawa Timur. Ini menunjukkan kehidupan masyarakat di Kabupaten Lamongan semakin harmonis, rukun, dan kondusif,” ujar Johny.

Ia menambahkan, capaian tersebut juga menjadi indikator perkembangan pelaksanaan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lamongan secara progresif dan berkelanjutan.

Ke depan, upaya menjaga keharmonisan masyarakat perlu terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen warga. Dengan demikian, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mendukung pembangunan daerah serta menjaga kehidupan sosial yang damai dan inklusif.

Baca Juga  Anak Angkat dan Pacar Ditangkap, Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana di Ngronggot Nganjuk Terungkap
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *