Gaya Hidup

8 Jam Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Dicecar 55 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

8 Jam Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Dicecar 55 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Sebarkan artikel ini
Betrand Peto menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan kekerasan seksual terhadap seorang wanita berinisial ANW di kawasan SCBD, Jakarta Selatan (Ig/@betrandpetoputraonsu).
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Betrand Peto diperiksa selama delapan jam dan dicecar 55 pertanyaan di Mapolda Metro Jaya atas laporan dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan berinisial ANW (26).
  • Kuasa hukum membantah tuduhan kekerasan seksual terkait peristiwa di kelab malam kawasan SCBD, sembari menanti hasil visum dan psikologi forensik pelapor.
  • Di tengah proses penyelidikan, Betrand membatasi kegiatan hiburan dan mengungkap insiden peretasan akun surel pribadinya yang berujung penyebaran video lama.

Jakarta, Jatimmandiri.id — Penyanyi Betrand Peto menjalani pemeriksaan intensif selama sekitar delapan jam di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Pemeriksaan maraton ini dilakukan menyusul laporan polisi terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dilayangkan oleh seorang perempuan berinisial ANW (26).

Didampingi tim kuasa hukumnya, putra dari presenter Ruben Onsu tersebut tiba dan mulai diperiksa sejak pukul 13.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 21.30 WIB. Sepanjang proses interogasi di hadapan penyidik, Betrand dicecar sedikitnya 55 butir pertanyaan terkait materi perkara.

Kuasa hukum Betrand Peto, Tiomthy Ezra, menjelaskan bahwa substansi pertanyaan yang diajukan tim penyidik menitikberatkan pada kronologi dan aktivitas kliennya saat menghadiri sebuah acara di kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Penyidik menggali rekam jejak aktivitas Betrand secara mendalam, mulai dari keberangkatan menuju lokasi acara, orang-orang yang ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), hingga saat pelantun lagu tersebut meninggalkan kelab malam tersebut.

“Perbuatan apa yang dilakukan dan tidak dilakukan. Jadi semuanya kami bantah, gitu. Ada juga yang kami okekan, ada yang enggak,” tegas Ezra kepada awak media, Kamis (8/10/2026).

Tepis Dugaan Pelecehan, Kuasa Hukum Tunggu Hasil Visum Forensik ANW

Dalam proses pemeriksaan tersebut, pihak Betrand Peto secara tegas menepis seluruh tudingan dugaan kekerasan seksual yang dialamatkan kepada dirinya. Kendati demikian, proses hukum di tingkat penyelidikan kepolisian terus bergulir untuk mendudukkan perkara secara objektif.

Baca Juga  Manfaat Temulawak untuk Menambah Nafsu Makan, Benarkah Efektif?

Ezra menuturkan, kelanjutan penanganan perkara kini masih bergantung pada rampungnya pemeriksaan medis dan psikis terhadap pelapor ANW.

Penyidik saat ini masih menanti keluarnya hasil visum et repertum serta asesmen pemeriksaan psikologi forensik terhadap ANW guna menguji alat bukti yang sah.

“Jadi kami juga masih menunggu. Jadi kemungkinan mungkin akhir Oktober ada panggilan lagi yang dari visum tadi,” ujar Ezra menambahkan.

Surel Pribadi Diretas: Video Lama dengan Teman Tersebar ke Medsos

Di sela penanganan kasus hukum yang menyeret namanya, Betrand mengungkap insiden lain yang menimpa ranah privasinya. Ia mengaku akun surat elektronik (surel) miliknya telah dibobol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Imbas peretasan surel yang terintegrasi dengan ponsel genggamnya tersebut, sebuah rekaman video arsip pribadi masa lalunya bocor dan disebarluaskan ke media sosial dengan narasi yang tidak utuh.

“Itu video lama yang digabung dengan video lain. Waktu itu aku sama teman-temanku dari Timor main bola bareng, terus makan papeda,” tutur Betrand memberikan klarifikasi, Kamis (8/10/2026).

Betrand meyakini video tersebut dicuri dari dokumen pribadinya karena tidak pernah dipublikasikan di kanal daring mana pun sebelumnya.

“Aku bisa bilang itu dibobol karena itu enggak aku post di mana-mana, untuk aku simpan pribadi aja. Share ke grup juga enggak ada,” lanjutnya.

Batasi Agenda Hiburan demi Fokus Hadapi Proses Hukum

Merespons dinamika hukum dan isu yang berkembang, Betrand memutuskan untuk membatasi aktivitasnya di industri hiburan tanah air untuk sementara waktu. Langkah ini diambil agar dirinya dapat sepenuhnya berkonsentrasi mengikuti tahapan hukum di Polda Metro Jaya.

Perkara dugaan kekerasan seksual ini mencuat ke publik setelah perempuan berusia 26 tahun berinisial ANW membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya dengan terlapor Betrand Peto. Hingga saat ini, penyidik kepolisian masih mendalami fakta-fakta lapangan serta menunggu pembuktian forensik untuk menentukan status kelanjutan kasus tersebut.

Baca Juga  Sarwendah Minta Maaf Usai Video Live Streaming Viral, Akui Khilaf dan Sesali Ucapan Kasar
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gaya Hidup

Jakarta, Jatimmandiri.id – Alyssa Daguise mengambil sikap tegas setelah wajah putrinya, Soleil Zepora Ghazali atau Baby Soso, terlihat tanpa sensor…