Dalam Negeri

Sorotan 26 Anggota Wantimpres Gemuk: Pratikno dan Hatta Rajasa Tegaskan Kaya Variasi Pengalaman

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Sorotan 26 Anggota Wantimpres Gemuk: Pratikno dan Hatta Rajasa Tegaskan Kaya Variasi Pengalaman

Sebarkan artikel ini
Wantimpres
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Pratikno memberikan penjelasan mengenai jumlah anggota Wantimpres yang mencapai 26 orang (Ig/@pratikno).
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Ketua Wantimpres Pratikno menepis kritik struktur lembaganya yang dinilai terlalu gemuk dengan total 26 anggota.
  • Komposisi besar tersebut dipandang menghadirkan kekayaan variasi pengalaman dan kearifan untuk menghasilkan masukan lintas sektor secara komprehensif.
  • Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa memastikan banyaknya anggota tidak akan menghambat efektivitas perumusan pertimbangan bagi Presiden Prabowo Subianto.

Jakarta, Jatimmandiri.id — Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Pratikno, angkat bicara merespons sorotan tajam publik perihal susunan keanggotaan lembaga penasihat kepala negara yang dinilai terlalu tambun atau “gemuk”. Menjawab kritik atas komposisi yang kini menampung hingga 26 orang anggota tersebut, Pratikno menegaskan bahwa kuantitas besar itu justru menjadi aset berharga dalam memperkaya substansi telaah kebijakan bagi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Pratikno, setiap individu di dalam struktur Wantimpres membawa rekam jejak, kapasitas intelektual, serta latar belakang profesional yang beraneka ragam. Konstelasi ini dinilai strategis dalam menyuplai analisis yang utuh sebelum presiden mengambil keputusan kenegaraan.

“Justru ini adalah keanggotaan yang paling kaya ya, paling kaya dalam artian kekayaan variasi pengalaman dan pengetahuan yang bervariasi. Jadi, kita harapkan justru akan menjadi lebih komprehensif,” terang Pratikno saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (8/10/2026).

Kearifan Lintas Sektor: Pembagian Bidang Dirancang Fleksibel

Pratikno menguraikan bahwa faedah dari keanggotaan 26 tokoh tersebut melampaui urusan teknis pengetahuan semata. Unsur kearifan personal dari masing-masing figur dipandang mampu membuka sudut pandang alternatif saat membedah problem kebangsaan yang multidimensi.

Dalam tata kelola operasionalnya, ke-26 figur Wantimpres nantinya akan dipetakan ke dalam kelompok-kelompok kerja berbasis bidang keahlian spesifik. Kendati demikian, Pratikno memastikan batas pembagian tersebut tidak akan diterapkan secara kaku.

Baca Juga  Menaker Yassierli: Pemagangan Nasional Pangkas Kesenjangan Kompetensi Lulusan dan Kebutuhan Industri

Fleksibilitas ini dipandang penting mengingat problematika kenegaraan yang dihadapi kabinet pemerintahan saat ini kerap bersinggungan dengan berbagai klaster isu sekaligus. Oleh karena itu, pendekatan lintas sektor (cross-sectoral) akan menjadi metode kerja utama dalam merumuskan naskah pertimbangan yang matang kepada Presiden Prabowo Subianto.

Hatta Rajasa: Struktur Besar Tak Menghalangi Efektivitas Keputusan

Pandangan serupa ditegaskan oleh Wakil Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa. Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut menolak anggapan bahwa ukuran dewan yang besar otomatis membuat mekanisme pembahasan serta perumusan rekomendasi menjadi lamban atau tidak efektif.

Sebaliknya, Hatta menilai keterlibatan 26 pemikir dari beragam spektrum justru membuka ruang bedah masalah yang jauh lebih mendalam, presisi, dan teruji sebelum diteruskan ke meja kepala negara.

“Harapan publik kita bisa betul-betul memberikan nasihat dan pertimbangan yang berkualitas kepada Bapak Presiden agar betul-betul kita bisa membantu presiden,” tegas Hatta di hadapan awak media, Kamis (8/10/2026).

Kedudukan Langsung di Bawah Presiden

Hatta turut menggarisbawahi kedudukan kelembagaan Wantimpres yang secara hierarkis bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Segenap anggota dewan dipastikan memiliki orientasi tunggal untuk mengoptimalkan ragam modal pengalaman, jejaring, dan perspektif mereka demi menopang roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan mekanisme kerja yang adaptif, jajaran pimpinan Wantimpres meyakini keterlibatan puluhan penasihat tersebut akan berbuah rekomendasi yang akurat, terukur, dan menjawab ekspektasi publik terhadap kualitas pembuatan kebijakan di tingkat pusat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka memicu pembahasan mengenai kemungkinan tindak lanjut di…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Pelindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital…