Mojokerto, Jatimmandiri.id – Badan Gizi Nasional (BGN) melayangkan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Langkah ini diambil usai puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar mengalami gangguan kesehatan pascamenyantap sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan, penyedia jasa makanan MBG tersebut kini dijatuhi sanksi pembekuan izin operasional sementara.
“Kelihatannya sudah ada tindakan tegas dari BGN. Sudah disuspen selama 20 hari kalender,” ujar Gus Barra, Kamis (8/10/2026).
Gus Barra menerangkan, berdasarkan data awal Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, SPPG Jabon sebenarnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kendati demikian, pemeriksaan awal mengindikasikan adanya celah pelanggaran standar operasional prosedur dalam proses pengolahan makanan.
Satu di antara pelanggaran yang disorot yakni, pergeseran jadwal memasak.
Sesuai regulasi, pengolahan hidangan seharusnya dimulai pukul 02.00 WIB. Namun di lapangan, aktivitas dapur justru telah berjalan sejak pukul 01.00 WIB.
Komposisi menu yang disajikan juga tak golput dari evaluasi, terutama keberadaan olahan acar dalam paket makanan tersebut.
“Ada menu acarnya. Untuk acar memiliki sifat tinggi asam yang bisa mengakibatkan iritasi lambung, khususnya yang sudah mempunyai gastritis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Barra memaparkan bahwa kondisi fisik setiap siswa sangat beragam, termasuk riwayat pencernaan serta kebiasaan sarapan harian.
Anak-anak yang melewatkan sarapan dinilai lebih rentan mengalami reaksi lambung saat menerima asupan berkoefisien asam tinggi.
Walau begitu, ia menekankan bahwa temuan ini belum menjadi kesimpulan akhir atas insiden tersebut.
“Saya berharap SPPG di Mojokerto mengikuti standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan berkonsultasi dengan ahli gizi yang ada terkait menu makanan yang tidak berisiko pada lambung, sebab kondisi anak berbeda-beda,” tegasnya.
Kasus ini bermula ketika 42 murid SMPN 1 Mojoanyar mendadak mengeluh sakit perut pada Rabu (7/10/2026), selang sehari setelah mengonsumsi jatah MBG dari SPPG Jabon.
Dari total korban, sebanyak 27 siswa mendapatkan perawatan medis awal di sekolah, sementara 15 siswa lainnya harus dirujuk ke Puskesmas Gayaman.
Meski diterpa insiden medis, aktivitas belajar mengajar di SMPN 1 Mojoanyar pada Kamis (8/10/2026) tetap berjalan kondusif.
Pasokan paket MBG dihentikan sementara, dan pihak sekolah mengimbau para murid untuk membawa bekal mandiri dari rumah hingga evaluasi keselamatan selesai dilakukan. (ayu/alf)












