Lumajang, Jatimmandiri.id – SMAN 1 Lumajang membidik posisi 10 besar sekolah terbaik di Jawa Timur dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut dikejar melalui penguatan budaya prestasi lewat program kelas prestasi yang memetakan siswa sesuai minat, kemampuan dan bidang kompetisinya.
Kepala SMAN 1 Lumajang Moh. Agus Wibisono, M.Pd mengatakan, program tersebut terus dievaluasi agar pembinaan siswa semakin terarah dan berkelanjutan.
“Untuk program ini kita akan evaluasi secara rutin. Demi kelancaran dan kesuksesan program ini, saya mohon dukungan dari semua pihak, baik komite, alumni, warga sekolah maupun stakeholder yang lain,” kata Agus.
Menurut Agus, program kelas prestasi mulai mengubah minat siswa terhadap kompetisi. Jika sebelumnya siswa cenderung enggan mengikuti lomba, kini antusiasme meningkat. Sejumlah siswa bahkan aktif meminta rekomendasi mengikuti kompetisi yang digelar berbagai perguruan tinggi.
“Tujuan dari program ini adalah anak-anak SMAN 1 ini terpoles menjadi anak-anak yang berprestasi. Pada saat awal saya masuk, anak-anak itu enggan ikut lomba-lomba. Sekarang sangat antusias,” ujarnya.
Prestasi nasional mulai mengiringi perubahan tersebut. Siswa SMAN 1 Lumajang meraih sejumlah capaian dalam kompetisi yang digelar Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada. Di UGM, siswa disebut memboyong enam piala dari enam kategori.
“Yang kemarin menjuarai di UGM, juara nasional, ada enam kategori dan anak-anak memboyong enam piala dari sana,” ungkapnya.
Kelas prestasi bukan sekadar kelas unggulan akademik. Siswa dipetakan untuk memilih bidang seperti olimpiade, karya tulis ilmiah dan robotika.
“Anak-anak yang pintar ini kita poles. Polesannya tergantung dari passion mereka. Sesuai hasil pemetaan, mereka memilih olimpiade, KTI atau robotika,” jelasnya.
Ketua Komite SMAN 1 Lumajang Dr. M. Hariyadi Eko Romadhon mengatakan program tersebut diperkuat tenaga ahli dari luar sesuai bidang kompetisi.
“Saya bersama Pak Dr. Edi Fus selaku Ketua Kanca Smasa bersepakat menjadikan SMA Negeri 1 Lumajang dalam tiga tahun ke depan menjadi 10 terbaik di Jawa Timur,” tegasnya.
Menurut Hariyadi, target tersebut ditempuh bertahap dengan menggabungkan prestasi akademik dan nonakademik. Dukungan alumni juga disiapkan agar kendala biaya tidak menghambat siswa mengikuti kompetisi.
“Kalau ada orangtua yang tidak mampu, apakah anaknya akan dikeluarkan dari kelas itu? Tidak. Tetap anak itu sesuai seleksi kita support,” katanya












