BeritaDalam NegeriHeadlineOlahraga

Indonesia Wajib Menang Besar Atas Bangladesh

Editor: ibn
×

Indonesia Wajib Menang Besar Atas Bangladesh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri

Timnas Indonesia wajib menang besar atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 untuk menjaga peluang lolos ke final, Kamis malam (1/10). Hal ini penting mengingat Indonesia kini menduduki peringkat dua di bawah Malaysia dengan poin sama unggul selisih satu gol.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Garuda menang 2-0 atas Singapura sebelum bermain imbang 0-0 dengan Malaysia setelah Thom Haye mendapat kartu merah.

Karena itu, Indonesia tidak hanya membutuhkan kemenangan, tetapi juga harus memperhatikan selisih gol serta hasil Malaysia melawan Singapura. Juara Grup A akan menghadapi juara Grup B di final.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta pemain tetap fokus dan tidak meremehkan Bangladesh. “Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Timnas harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya,” ujar Erick, seperti dikutip Antara, Rabu (30/9).

Di sisi lain, pelatih Bangladesh Thomas Dooley mengakui Indonesia kini memiliki kekuatan berbeda dibandingkan sekitar 12 tahun lalu. Saat itu, Dooley membawa Filipina mengalahkan Indonesia 4-0.

“Indonesia adalah tim yang sangat tangguh untuk dikalahkan saat ini bagi siapa pun,” kata Dooley. Menurut Dooley, pengalaman pemain Indonesia yang berkarier di Jerman, Belanda, dan Italia menjadi salah satu kekuatan Garuda.

“Mereka memiliki beberapa pemain dari Liga Jerman, dari Liga Belanda, dari Liga Italia. Jadi ini adalah tim yang sangat berbeda dibandingkan saat saya bertanding melawan mereka dulu,” ujarnya.

Meski demikian, Bangladesh tetap menyiapkan perlawanan. Dooley menilai timnya perlu memperbaiki tempo permainan, akurasi umpan, kebugaran, dan organisasi pertahanan. Gelandang Hamza Choudhury menjadi salah satu pemain Bangladesh yang perlu diperhatikan. Selain Hamza, Bangladesh memiliki Shamit Shome, Tariq Kazi, Zayyan Ahmed, Fahamedul Islam, dan Farhaan Ali Wahid yang berkarier di luar negeri.

Baca Juga  Probolinggo Tambah Super Koridor

Bangladesh diperkirakan mempersempit ruang tengah dan mengandalkan transisi cepat. Indonesia perlu menjaga keseimbangan karena serangan balik dapat memanfaatkan ruang di belakang pertahanan.

Indonesia diperkirakan menggunakan formasi 3-4-3 dengan Maarten Paes di bawah mistar. Lini belakang diisi Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner. Kevin Diks dan Calvin Verdonk diproyeksikan mengisi sisi sayap, dengan Joey Pelupessy dan Ivar Jenner di tengah. Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Luke Vickery menjadi opsi lini depan.

Pelupessy dan Jenner berpeluang menggantikan peran Thom Haye. Shayne Pattynama dan Rizky Eka Pratama juga menjadi opsi setelah perkembangan skuad terbaru. Bangladesh diperkirakan bermain 4-3-3 dengan Mitul Marma sebagai kiper. Tariq Kazi, Shakil Ahad Topu, Rahmat Mia, dan Bishwanath Ghosh mengisi pertahanan.

Hamza, Shamit Shome, dan Sohel Rana diproyeksikan menjadi gelandang. Farhaan Ali Wahid, Rakib Hossain, dan Fahamedul Islam menjadi opsi lini depan. Garuda perlu mencetak gol lebih awal, mengontrol lini tengah, serta memanfaatkan lebar lapangan. Kevin Diks dan Verdonk dapat membantu membuka ruang melalui sisi sayap. (ant/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Penulis: Ferry Is Mirza (FIM) Sekertaris DKP Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, referensi tafsir Alquran Seringkali datang rasa malas dalam…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di Jalan Jagir Wonokromo,…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali masuk The Sustainability Yearbook 2026 dan mempertahankan status…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Hipotesis kehancuran Atlantis melalui gempa, tsunami, dan kenaikan muka laut mendorong kajian lintas disiplin yang mempertemukan…