Surabaya, Jatimmandiri.id-Ganda campuran Indonesia Bagas Maulana/Apriyani Rahayu memastikan tiket ke babak semifinal Polytron Surabaya International Challenge 2026.
Mereka mengalahkan sesama wakil Indonesia, Rahmat Hidayat/Priskila Venus Elsadai, dalam pertandingan perempat final, Jumat (25/9/2026).
Bagas/Apriyani yang menjadi unggulan kelima menang dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-15.
Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama. Bagas/Apriyani sempat mendapat tekanan dan tertinggal dalam perolehan angka. Namun, mereka mampu menjaga ketenangan dan memperbaiki komunikasi di lapangan hingga mengamankan gim pembuka.
Memasuki gim kedua, permainan Bagas/Apriyani terlihat lebih lepas. Mereka mampu menjaga tempo pertandingan dan mempertahankan keunggulan hingga akhirnya menutup laga dengan skor 21-15.
Apriyani Rahayu bersyukur dapat melewati pertandingan tanpa mengalami cedera. Ia menyebut komunikasi dengan pasangan dan pelatih menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan tersebut.
“Alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan hari ini dengan baik dan tanpa adanya cedera apa pun. Hari ini sudah mulai semakin tahu bagaimana mengembangkan pola permainan di lapangan dan kami mencoba terus untuk menjaga tempo dan hawa mainnya,” ujar Apriyani.
Menurut Apriyani, komunikasi menjadi kunci ketika menghadapi pertandingan yang berlangsung ketat. Terlebih, mereka harus menghadapi pasangan Indonesia yang sudah saling mengetahui karakter permainan masing-masing.
“Kemenangan di gim pertama kuncinya menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan dan pelatih,” katanya.
Terkait kemungkinan menghadapi pasangan Indonesia atau pemain dari negara lain pada babak berikutnya, Apriyani mengaku lebih memilih bertemu sesama wakil Indonesia.
“Kalau memilih bertemu sesama Indonesia atau luar negeri, saya memilih sesama Indonesia karena sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi tinggal saling mengadu saja,” tutur Apriyani.
Sementara itu, Bagas Maulana mengakui gim pertama tidak berjalan mudah. Mereka sempat tertinggal sehingga harus menjaga konsentrasi agar tidak melakukan kesalahan sendiri.
“Di gim pertama sempat tertinggal, kami mencoba untuk terus tenang, jangan sampai membuat kesalahan sendiri serta saling berkomunikasi untuk menjaga bola-bola sambungan agar bisa mematikan bola,” kata Bagas.
Pada gim kedua, Bagas menyebut dirinya dan Apriyani berusaha tampil lebih lepas serta membangun kepercayaan satu sama lain.
“Gim kedua kami mencoba lebih enjoy dan percaya satu sama lain karena meskipun lawan sesama Indonesia pastinya ada rasa tegang dan sebagainya,” ujarnya.
Kemenangan tersebut membawa Bagas/Apriyani melanjutkan perjalanan di Polytron Surabaya International Challenge 2026. Mereka selanjutnya akan menunggu hasil pertandingan lainnya untuk mengetahui calon lawan di babak semifinal.












