Mojokerto, Jatimmandiri.id — Suasana haru dan kepedihan berganti menjadi isak tangis bahagia saat Syaiful Nurudin (35), salah seorang korban selamat dalam tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8, akhirnya menginjakkan kaki kembali di kediamannya di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (23/9/2026) malam.
Kepulangan pria yang berprofesi sebagai sopir ini disambut hangat oleh gelombang warga dan sanak saudara yang telah setia menunggu sejak sore.
Pria yang selamat dari musibah maut di lautan tersebut tiba di rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB dengan mengendarai mobil rescue milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Ia tiba didampingi sang istri, Ela Nur Istika (29), serta dua buah hatinya yang masih berusia 9 tahun dan 14 bulan.
Pecah tangis warga tak terbendung sewaktu pintu kendaraan terbuka. Lantunan selawat menggema mengiringi langkah Syaiful menuju kediamannya sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam atas mukjizat keselamatan yang diterimanya.
Sebagai bentuk tradisi penyambutan dan simbol kehidupan baru, Syaiful mendapat prosesi khusus dari warga setempat.
Ia disiram air kembang, dikalungi rangkaian uang kertas, hingga dipasangkan jubah putih beserta kopiah.
Salah seorang warga setempat, Hj Idawati, mengungkapkan betapa besarnya antusiasme masyarakat dalam menyambut kepulangan tetangga mereka tersebut.
“Alhamdulillah warga sekitar antusias sekali atas kedatangan Pak Saiful,” ujar Idawati, Kamis (24/9/2026).
Idawati menambahkan, prosesi adat dan doa bersama tersebut dipanjatkan agar Syaiful dapat segera memulihkan kondisi mentalnya dan kembali beraktivitas mencari nafkah.
“Tujuannya agar pak Saiful bisa menjalankan aktivitas lagi usai tenggelam dan selamat, seperti hidup baru lagi dan mengais rezeki nyopirnya lancar,” terangnya.
Kendati terpancar rasa lega bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta, rasa trauma mendalam tampak masih membayangi Syaiful.
Pria ini masih enggan banyak bersuara mengenai detik-detik mencekam saat kapal yang ditumpanginya karam.
“Ya alhamdulillah senang bisa berkumpul keluarga kembali,” ucapnya.
Syaiful mengakui bahwa ingatan atas peristiwa kelam tersebut belum sepenuhnya sirna dari pikirannya.
“Nggak bisa cerita panjang, masih ada rasa trauma,” singkatnya.
Di tempat yang sama, sang istri, Ela Nur Istika, tak henti-hentinya meneteskan air mata haru sembari memeluk erat kerabat yang datang mengucapkan selamat.
Baginya, keselamatan sang suami merupakan berkah tiada tara yang tak sanggup dilukiskan dengan kata-kata.
“Pokoknya alhamdulillah, nggak bisa diucapkan lagi,” tuturnya.












