Ekbis

Starburst Economy: Leverage Pasar yang Ber-exposure Asset

Penulis: Mu'isyul Haq Al Hasany.Editor: Eko Yudiono
×

Starburst Economy: Leverage Pasar yang Ber-exposure Asset

Sebarkan artikel ini
Mu'isyul Haq Al Hasany. (Founder of Kinetic International Language)
Example 468x60

Oleh: Mu’isyul Haq Al Hasany.
(Founder of Kinetic International Language)

Saat ini, kondisi pasar mengalami trend baru. Pusat perdagangan di toko, mengalami tantangan dengan kemudahan perdagangan dengan jalur online.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Meskipun data perdagangan menunjukkan konsumsi masyarakat yang tetap tinggi, angka kemiskinan yang menurun, namun pengurangan jumlah pengunjung di toko, pasar tradisional bahkan sebagian mall terasa nyata.

Tetapi data statistik menunjukkan kenaikan ekonomi dan penurunan kemiskinan. Menurut BPS, pada tahun 2021: perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,63%.

Triwulan II 2025: sektor tersebut tumbuh 5,37% dibanding periode yang sama 2024. BPS mengaitkannya denganJuga terdapat peningkatan aktivitas perdagangan barang domestik dan impor untuk memenuhi konsumsi rumah tangga .

Data ini menunjukkan kenaikan angka transaksi perdagangan di Indonesia. Hal ini didukung data indikator BPS di Lamongan bahwa kemiskinan juga menurun 2021 -2025 dan ekonomi tumbuh 5.40%.

Perubahan perilaku membeli konsumen ini tentu memiliki tantangan bagi para pedagang dan pelaku usaha offline.

Dalam tantangan gaya baru transaksi ini, diperlukan daya ungkit agar pasar tradisional tetap ramai dan bahkan meraih peningkatan transaksi.

Bagaimana daya ungkit yang tepat atau disebut market leverage agar pasar mengalami kenaikan kunjungan dan transaksi.

Untuk meraih exposure yang besar, diperlukan upaya upaya leverage. Upaya leverage ini antara lain:
1. Leverage keberuntungan.
Nassim Nicholas Taleb penulis Fooled by Randomness mengemukakam bahwa apa yang nampak oleh manusia sebagai suatu kemampuan ternyata dipengaruhi sepenuhnya oleh keberuntungan. Penentu keberuntungan adalah Tuhan semesta alam. Di dalam Al Qur’an surat An Nuur ayat 41 Allah menjelaskan,
“Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) shalat dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Dan agar meraih keberuntungan, Allah menyuruh manusia mencari karunia Allah yang sudah Allah sebarkan di bumi (potensi pasar, target market) dengan mengingat Alah banyak-banyak agar diberi Allah keberuntungan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Jumu’ah ayat 10 yang terjemjnya senagi berikut. “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”. Al Jumu’ah ayat 10. Ini menunjukkan, untuk meraih keberuntungan, lakukan shalat sebagai wujud ketundukan dan ketaqwaan, berdagang mencari karunia Allah di pasar, dan banyak mengingat Allah sebagai bentuk cinta dan pengakuan atas kekuatan Nya.

Baca Juga  100 UMKM Jatim Dibidik Tembus Pasar Global

2. Leverage Orientasi Kemajuan bagi Masyarakat.
Pasar perlu didukung dengan orientasi kemajuan konsumen dan penjual. Bukan hanya satu dua kemajuan pemilik modal.

Hal ini diterapkan oleh Sahabat Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam yaitu Abdurrahman Bin ‘Auf. Sebagai pedagang super kaya, beliau suka bershodaqoh besar besaran ke penduduk Madinah, dengan tujuan mendorong transaksi pasar Madinah.

Joseph E. Stiglitz, penulis The Grat Divide mengemukakan inclusive growth. Dia menulis bahwa aturan pasar dapat dirancang ulang agar pertumbuhan lebih inklusive.

Dalam Islam, Allah mengajarkan bahwa pemilik modal harus selalu mengedarkan uang nya di pasar dalam bentuk perdagangan, dan tidak menimbun barang serta modal. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “barang siapa melakukan ihtikar (penimbunan), maka ia telah berbuat dosa. (H.R. Muslim 1605)

3. Leverage Layanan
Pedagang tentu memiliki gaya pelayanan. Pelayanan yang berkualitas tinggi sangat diperlukan untuk memperoleh kepercayaan lebih dari pelanggan.

Layanan yang baik antara lain, ramah, membantu pembeli, memiliki banyak relasi, memberikan kejujuran pada kualitas barang. Hal ini sangat dicontohkan Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat serta Ulama’.

Contoh inspirasi bisa di ambil dari kisah Muhammad Bin Sirin, yang mengetahui dagangan minyaknya tercebur tikus. Apa yang beliau lakukan adalah tidak membohongi konsumen dengan cara membuang minyak tersebut.

Layanan juga berbentuk ketersediaan barang dan harga yang pasti. Kreatif dan inovative juga sangat diperlukan dalam perdagangan, baik itu kemasan, layanan kasir, maupun desain toko dan jam buka toko. Dalam hal layanan yang baik ini Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan, ““Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada.” HR. TirmidI no. 1209.

Baca Juga  Tren Baru Anak Muda, Menabung untuk Berhaji

Dengan tiga leverage ini pasar akan memperoleh keberuntungan, kebahagiaan semua stake holder, dan perdagangan yang saling menguntungkan sehingga memiliki eksposure pada peningkatan aset. Wallahu A’lam

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id – Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama pengembangan pertanian regeneratif berbasis biochar. Teknologi pengolahan limbah pertanian tersebut dinilai…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 memperkuat kolaborasi pemerintah, perbankan, dan masyarakat untuk mendorong olahraga sekaligus…