Blitar, Jatimmandiri.id – Gelombang aksi penyampaian pendapat di muka umum kembali mewarnai Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Kanigoro, Senin (21/9/2026).
Sekitar 200 massa gabungan dari elemen masyarakat petani dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) turun ke jalan untuk menyuarakan krusialnya penuntasan isu agraria.
Dalam aksinya, massa secara tegas mengorbankan tiga tuntutan utama demi perubahan berkeadilan.
Mereka mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria menjadi undang-undang resmi, sekaligus mendorong pembentukan Badan Reforma Agraria nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Tak hanya itu, penuntasan berbagai konflik pertanahan dan agraria secara menyeluruh juga menjadi poin krusial yang mereka perjuangkan.
Guna memastikan jalannya penyampaian aspirasi berlangsung kondusif, Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, memimpin langsung pengamanan di lapangan.
Sebanyak 180 personel gabungan lintas instansi yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP diterjunkan untuk memberikan pelayanan secara humanis.
Aksi damai ini kemudian berlanjut ke meja audiensi dan mediasi.
Perwakilan massa diterima langsung oleh Asisten I Pemkab Blitar Bambang, perwakilan Bakesbangpol Suhedro, serta Kapolres Blitar Ardhy.
Seluruh rangkaian dialog berjalan interaktif, aman, dan tertib.
Usai menyalurkan poin-poin aspirasinya kepada pihak Pemkab dan kepolisian, massa membuarkan diri serta kembali ke rumah masing-masing dengan teratur.
“Polres Blitar berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, sekaligus menjamin keamanan serta hak-hak demokrasi masyarakat tetap terlindungi,” jelas Ardhy.












