Surabaya, Jatimmandiri.id – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus (Diksus) Jawa Timur dilepas untuk mengikuti ajang tingkat nasional yang berlangsung 7–12 September 2026. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memberikan arahan dan motivasi kepada para atlet agar tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, serta memberikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan.
Dalam arahannya, para atlet diminta menjaga semangat dan kesiapan selama mengikuti seluruh rangkaian kompetisi. Kesehatan dan mental yang kuat juga menjadi bekal penting agar mereka mampu tampil optimal saat berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah.
“Jaga kepercayaan diri, junjung tinggi sportivitas, dan berikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan,” pesan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Keikutsertaan dalam O2SN Diksus 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengejar prestasi. Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi murid pendidikan khusus untuk menunjukkan potensi, kemampuan, serta keberanian mereka dalam berkompetisi di tingkat nasional.
O2SN Diksus sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi. Dukungan lingkungan pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus semangat para atlet dalam mengembangkan bakat olahraga yang dimiliki.
Para atlet juga mendapatkan kesempatan untuk menambah pengalaman bertanding dan membangun mental kompetitif. Nilai sportivitas dan semangat pantang menyerah diharapkan tetap menjadi pegangan selama mengikuti pertandingan yang digelar pada 7–12 September tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap seluruh kontingen dapat mengikuti kompetisi dengan lancar dan menjaga kondisi kesehatan selama berada di ajang nasional.
“Semoga seluruh kontingen diberikan kelancaran, kesehatan, dan semangat juang untuk mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional,” ujarnya.
O2SN Diksus 2026 menjadi panggung bagi kontingen Jawa Timur untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama daerah di tingkat nasional. Lebih dari sekadar mengejar medali, keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang prestasi yang setara bagi seluruh murid.












