Jatim

Cegah Bahaya Belantara Siber, Pemprov Jatim Gagas Inovasi Perisai Anak di LAN RI

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Cegah Bahaya Belantara Siber, Pemprov Jatim Gagas Inovasi Perisai Anak di LAN RI

Sebarkan artikel ini
Perisai anak
‎Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus selaku mentor, Adhy Karyono (tengah)
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Kadis Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin memaparkan inovasi Perisai Anak dalam Seminar Proyek Perubahan di LAN RI.
  • Program ini melibatkan 39 pemangku kepentingan dan menyasar integrasi di 38 kabupaten/kota pada 2030 demi keamanan siber anak.
  • Sestama LAN RI Andi Taufik mendorong Perisai Anak diperluas jadi gerakan nasional hingga berpeluang tembus ajang internasional PBB.

Jakarta, Jatimmandiri.id — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, memaparkan secara komprehensif inovasi bertajuk “Perisai Anak” dalam agenda Seminar Implementasi Proyek Perubahan di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Mengusung jargon “Tumbuh Aman di Ruang Digital”, program ini dirancang sebagai ekosistem terpadu pelindungan generasi muda di ranah maya bentukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Dalam kurun dua bulan pelaksanaan awal, Sherlita membeberkan bahwa kolaborasi program telah merangkul 39 pemangku kepentingan (*stakeholder*), melonjak signifikan dari posisi awal yang berada di angka 26 pihak.

Kinerja taktis di lapangan telah menelurkan 21 kegiatan jangka pendek serta 4 agenda jangka menengah yang mencakup edukasi, sosialisasi kampanye publik, konsolidasi koordinasi, ekspansi layanan, hingga uji coba sistem digital dengan capaian langsung menyentuh 460 anak lewat dialog interaktif bersama orang tua.

“Kita tidak bisa membendung teknologi, namun kita tidak bisa membiarkan anak-anak masuk belantara digital,” tegas Sherlita.

Peta Jalan 2026–2030: Regulasi Perda dan Target Integrasi 38 Daerah

Guna menjamin kepastian jangka panjang, program Perisai Anak disiapkan secara struktural untuk masuk ke dalam Draf Rencana Aksi Daerah Penyelenggaraan Pelindungan Perempuan dan Anak (RAD PPA) Jawa Timur 2026–2030.

Baca Juga  Jemaah Haji Lamongan 2026 Tiba Selamat, Kloter Terakhir Mendarat Rabu Malam

Agenda strategis ini mematok target integrasi sistem di seluruh 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur pada tahun 2030 mendatang.

Langkah keberlanjutan tersebut mencakup penetrasi pilar Cerdas Digital, intensifikasi produksi konten edukatif, pemanfaatan instrumen digital di daerah, hingga pemantapan payung hukum formal lewat Peraturan Daerah (Perda) Jatim dan Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) Jatim tentang Penyelenggaraan PPA.

Gaung implementasi program di ruang publik pun terekam luas lewat terbitnya 70 publikasi di 18 media nasional.

Di ranah penguatan internal birokrasi, kapasitas sumber daya manusia digenjot melalui keterlibatan 20 anggota Tim Efektif yang memadukan perwakilan aparatur eselon 3, eselon 4, dan staf teknis, yang secara akumulatif berhasil mengantongi 53 sertifikat pengembangan kompetensi.

Sekda Jatim Adhy Karyono: Keamanan Siber Lindungi Anak dari Judi Daring

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang bertindak selaku mentor proyek, menyatakan bahwa skema konvensional tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas ancaman siber modern terhadap tumbuh kembang anak.

“Pelindungan anak tidak cukup hanya dengan undang-undang. Di ruang digital, kita membutuhkan sistem keamanan siber yang kuat,” tutur Sekda Adhy, seraya menyoroti ancaman nyata seperti judi *online*, kecanduan *game*, hingga paparan pornografi.

Adhy menguraikan, langkah proaktif Pemprov Jatim dijalankan melalui pembentukan tata kelola lintas sektor. Sinergi ini mengonsolidasikan Dinas Kominfo, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok pelindung anak, organisasi global UNICEF, serta kalangan akademisi dunia seperti King’s College dan Sydney Western University.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil inisiatif membangun ekosistem pemerintahan digital terkait pelindungan anak. Ini kita bangun melalui kolaborasi lintas OPD dan lintas sektor,” urainya.

Sekda Adhy turut mendorong kehadiran antarmuka aplikasi atau dasbor digital yang mudah dan memikat bagi anak dan orang tua guna mendeteksi potensi kecanduan gawai sejak dini.

Baca Juga  Ketua SLJ Nganjuk Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Penggelapan, Kejari Ajukan Banding

Skema ini dipersiapkan meluas ke satuan pendidikan via Dinas Pendidikan untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB; Kantor Wilayah Kemenag Jatim untuk lingkungan madrasah; serta sinergi kabupaten/kota pada level SMP dan SD.

Apresiasi LAN RI dan Peluang ke Ajang Penghargaan PBB

Sekretaris Utama (Sestama) LAN RI, Andi Taufik, bertindak sebagai penguji dan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang diinisiasi Kadis Kominfo Jatim tersebut. Ia menilai format Perisai Anak layak dieskalasi menjadi payung aksi nasional.

“Perisai Anak ini sangat krusial. Jangan hanya berhenti di Jawa Timur, tetapi harus bisa dikampanyekan menjadi gerakan nasional,” ujar Andi.

Meski mendorong percepatan otomatisasi birokrasi, Andi menggarisbawahi perlunya keseimbangan psikologis lewat interaksi langsung keluarga di tengah arus modernisasi.

“Walaupun birokrasi sedang bertransformasi menuju otomatisasi digital, sentuhan kemanusiaan atau *personal touch* tidak boleh hilang,” ungkapnya.

Andi juga memandang inovasi ini memiliki prospek cerah untuk direplikasi secara luas hingga dibawa ke panggung internasional.

“Perisai Anak memiliki potensi untuk direplikasi di kabupaten/kota dan memiliki peluang untuk diikutsertakan dalam penghargaan internasional seperti United Nations Public Service Awards,” tambahnya.

Sorotan Proyek Perubahan: Inovasi Ekspor Jatim Melesat

Dalam forum seminar yang sama, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur yang merangkap amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, memaparkan terobosan proyek perubahannya bertajuk “Jatim Melesat”.

Inisiatif Jatim Melesat dikembangkan secara khusus untuk mereformasi tata kelola perdagangan luar negeri dan membangun ekosistem rantai ekspor daerah yang terintegrasi, adaptif, serta kompetitif di gelanggang global.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *