Edu-Life & Sport

145 Desainer Muda Unesa Tampilkan Karya di ANAMNESIS 2026

Penulis: NabilEditor: Ayn
×

145 Desainer Muda Unesa Tampilkan Karya di ANAMNESIS 2026

Sebarkan artikel ini
Seorang model memperagakan busana koleksi Ashen Grace karya desainer Febri Rotama pada 5th Annual Show of Vocational Fashion Design 2026 "ANAMNESIS" di New Life Ballroom, Ciputra World Surabaya, Sabtu (17/10/2026).
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri – Sebanyak 145 desainer muda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memamerkan karya busana hasil eksplorasi kreativitas dan riset tren mode dalam 5th Annual Show of Vocational Fashion Design 2026 bertajuk “ANAMNESIS: The Memory Continuum”. Peragaan busana di New Life Ballroom, Ciputra World Surabaya, Sabtu (17/10/2026), ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menunjukkan kesiapan memasuki industri fashion sekaligus mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang digelar Program Studi Sarjana Terapan Tata Busana, Fakultas Vokasi Unesa, tersebut menghadirkan 12 kelompok dengan tema dan karakter desain berbeda. Sebelum tampil di panggung utama, seluruh karya melewati proses panjang, mulai dari riset tren bersama dosen pendamping hingga empat tahapan seleksi, yakni Fitting 1, Fitting 2, Grand Jury, dan Grand Show.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pada tahap awal, desain diuji menggunakan kain toile atau sampel pola pada model. Berikutnya, busana mulai dikerjakan dengan kain asli hingga mencapai penyelesaian 60–70 persen. Dalam Grand Jury, karya yang telah rampung sekitar 90 persen dikurasi oleh dewan juri profesional sebelum dinyatakan layak tampil.

Ketua Pelaksana, Cut Dea Rachmandi, mengungkapkan acara tersebut merupakan hasil persiapan sejak Desember 2025. Seluruh pengelolaan kegiatan, dari pembentukan panitia hingga perekrutan relawan, ditangani mahasiswa tanpa menggunakan jasa event organizer eksternal.

“Luar biasa lega dan bangga, karena ini proses yang cukup panjang. Kita sudah mempersiapkan acara ini sejak Desember 2025 lalu. Ini adalah hasil totalitas, perjuangan, dan perjalanan kami bersama. Alhamdulillah, sejauh ini acara berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Cut Dea, Sabtu (17/10/2026).

Ketua Pelaksana, Cut Dea Rachmandi ketika menyapa penonton.

Ia mengakui, tantangan terbesar ialah membagi waktu antara menyelesaikan karya busana dan mengelola acara berskala besar. Komunikasi intensif, rapat rutin, serta kesamaan visi membantu mahasiswa melewati kendala tersebut.

Baca Juga  Untag Surabaya Panen Prestasi hingga Aksi Kemanusiaan

Cut Dea berharap karya tugas akhir itu membuka peluang bagi desainer muda Unesa untuk memasuki industri fashion nasional maupun internasional. Ia juga berharap penyelenggaraan berikutnya dapat berlangsung dengan skala lebih besar dan berkesan.

Pemprov Jatim Harapkan Ekosistem Fashion Tumbuh

Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Amalia Pramudiansari, S.STP., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia menyambut upaya Unesa menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi dan mengembangkan keterampilan praktis.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat mengapresiasi UNESA yang telah memberikan wadah bagi adik-adik mahasiswa untuk berinovasi dan mengeksplorasi kreativitas di bidang fashion,” ujar Amalia.

Amalia Pramudiansari, S.STP., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi event tahunan ini.

Ia berpesan agar mahasiswa memanfaatkan pengalaman perkuliahan sebagai bekal memasuki dunia profesional, berani mencoba, dan terus mengembangkan kreativitas.

Pemprov Jatim berharap ANAMNESIS tidak hanya menjadi pameran karya atau penanda kelulusan, tetapi juga mendorong pendidikan vokasi, melahirkan inovasi baru, serta mengembangkan industri fashion dan ekonomi kreatif Jawa Timur.

“Semoga kegiatan ini menjadi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif baru, memperkuat pendidikan vokasi, serta ikut mendorong perkembangan industri fashion dan ekonomi kreatif di Jawa Timur,” tutupnya.
Penyelenggaraan ANAMNESIS 2026 sekaligus memperlihatkan penerapan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan pendidikan vokasi. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan desain yang memiliki nilai estetika, tetapi juga belajar mengelola produksi, bekerja dalam tim, membangun komunikasi, dan memahami standar kurasi profesional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan industri fashion yang menuntut kreativitas, keterampilan teknis, serta kemampuan mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *