Jatimmandiri.id – Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) kembali membukukan pertumbuhan pendapatan yang kuat pada kuartal II 2026 seiring meningkatnya permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan mencatat pendapatan sekitar NT$933,8 miliar atau sekitar US$31,9 miliar, naik 38,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat posisi TSMC sebagai produsen semikonduktor terbesar di dunia. Saat ini perusahaan menjadi mitra manufaktur utama bagi berbagai raksasa teknologi, termasuk Nvidia, Apple, AMD, Qualcomm, dan sejumlah perusahaan pengembang infrastruktur AI.
Permintaan chip AI yang terus meningkat berasal dari ekspansi pusat data, layanan komputasi awan, hingga pengembangan model AI generatif. Tren tersebut membuat kebutuhan terhadap chip berteknologi tinggi terus bertambah sepanjang tahun.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, TSMC terus meningkatkan kapasitas produksi melalui pembangunan fasilitas baru di Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman. Langkah ini diharapkan mampu menjaga pasokan chip canggih bagi pelanggan global.
Analis menilai kinerja TSMC menjadi cerminan pesatnya pertumbuhan industri AI. Selama investasi perusahaan teknologi pada AI masih tinggi, permintaan terhadap semikonduktor berteknologi mutakhir diperkirakan akan terus meningkat.
Dengan hasil tersebut, TSMC diproyeksikan tetap menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari gelombang investasi global di sektor kecerdasan buatan.












