Surabaya, Jatimmandiri.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa, dzikir, dan selawat sebagai fondasi dalam mewujudkan Jawa Timur yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri majelis selawat bersama Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II, Gus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, di depan kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Minggu (12/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut diikuti ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memerlukan kekuatan spiritual sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berkarakter.
Menurutnya, setiap ikhtiar pembangunan harus selalu diiringi doa, dzikir, dan sholawat sebagai bentuk memohon ridha Allah SWT sekaligus memperkuat optimisme, ketenangan hati, dan semangat kebersamaan.
“Majelis selawat seperti ini menjadi ruang yang sangat penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan daerah yang kita cintai. Semoga Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemudahan dalam setiap ikhtiar pembangunan yang dilakukan,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari capaian infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang berkelanjutan juga membutuhkan masyarakat yang religius, rukun, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Karena itu, Khofifah menilai keberadaan majelis ilmu, majelis dzikir, dan majelis selawat memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter masyarakat sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Iqdam beserta Majelis Sabilu Taubah yang dinilai konsisten mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan melalui dakwah yang sejuk, inklusif, dan mudah diterima berbagai kalangan.
“Maturnuwun Gus Iqdam. Kerawuhan Gus Iqdam ini luar biasa. Mengundang Gus Iqdam itu setengah mati susahnya karena jadwal beliau sangat padat dan begitu dicintai masyarakat. Matur nuwun kerawuhanipun,” ungkap Khofifah.
Menurutnya, pesan-pesan yang disampaikan Gus Iqdam menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan harus diimbangi dengan kekuatan spiritual yang terus dijaga melalui istiqamah dalam berdoa, berdzikir, dan bersholawat.
“Semoga ikhtiar melalui selawat, dzikir, dan doa bersama ini menjadi wasilah hadirnya keberkahan bagi masyarakat Jawa Timur. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan kemanfaatan bagi sesama,” tuturnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak seluruh jamaah untuk terus istiqamah berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, selawat menjadi amalan yang menghadirkan keberkahan hidup, ketenangan batin, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kehidupan dengan landasan ketakwaan kepada Allah SWT, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta menjaga sikap tawadhu dan berkhidmat kepada para ulama sebagai bekal memperkuat persatuan umat.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Iqdam turut mengisahkan perjalanan Khofifah yang dinilainya telah istiqamah bersholawat sejak usia muda.
Ia menyebut Khofifah sebagai sosok pemimpin yang tetap mempertahankan jati dirinya sebagai santri di tengah amanah sebagai kepala daerah.
“Ibu Khofifah sudah lama istiqamah bersholawat, sejak kecil hingga sekarang. Beliau menjadi contoh bahwa menjadi pejabat tidak meninggalkan jati dirinya sebagai santri. Insyaallah, orang yang istiqamah berselawat akan mendapatkan kebaikan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat,” ujar Gus Iqdam.












