Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Solo Jadi Pusat Lahirnya Petinju Berprestasi Jawa Tengah

×

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Solo Jadi Pusat Lahirnya Petinju Berprestasi Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka Kejuaraan Tinju Nasional Sabuk Emas di Solo dan mendorong lahirnya petinju berprestasi melalui pembinaan berkelanjutan serta pengembangan sport tourism.
Example 468x60

Solo, Jatimmandiri.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk membangkitkan prestasi olahraga tinju melalui penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Nasional Perebutan Sabuk Emas Gubernur Jawa Tengah dan Sabuk Emas Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) yang digelar di Hotel Sahid Jaya Solo, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Ahmad Luthfi, kejuaraan yang dimulai dari Kota Solo tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga tinju di Jawa Tengah sekaligus melahirkan petinju-petinju berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Di Jawa Tengah ada banyak atlet tinju dan sasana yang tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga harus mampu melahirkan prestasi serta membentuk karakter generasi muda,” ujar Ahmad Luthfi usai membuka kejuaraan.

Tinju Jadi Sarana Membentuk Karakter Generasi Muda

Luthfi menilai olahraga tinju bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter, kedisiplinan, mental juang, dan sportivitas bagi anak-anak muda.

Oleh karena itu, kompetisi tinju perlu diselenggarakan secara berkelanjutan agar para atlet memiliki ruang untuk terus mengasah kemampuan.

“Selamat bertanding kepada seluruh petinju. Semoga kejuaraan ini menjadi langkah awal untuk mencetak petarung-petarung tangguh dari Jawa Tengah,” katanya.

Kejuaraan Tinju Didorong Digelar di Berbagai Daerah

Gubernur juga meminta Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Tinju Indonesia (DPW ATI) Jawa Tengah memperluas penyelenggaraan kejuaraan ke berbagai kabupaten dan kota dengan menggandeng pemerintah daerah.

Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata melalui konsep sport tourism.

“Olahraga akan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda ke depan. Selain melahirkan atlet berprestasi, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi daya tarik wisata olahraga di berbagai daerah. Kalau perlu, kejuaraan seperti ini digelar di beberapa kota di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Baca Juga  Awal Juni 2026, Grobogan Diprediksi Didominasi Cuaca Kering dan Curah Hujan Rendah

ATI Jawa Tengah Targetkan Kebangkitan Tinju

Sementara itu, Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, menyampaikan bahwa kejuaraan nasional tersebut merupakan langkah awal untuk mengembalikan kejayaan tinju Jawa Tengah yang pernah melahirkan petinju kelas dunia seperti Chris John.

Menurut Asri, dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi modal penting dalam membangun kembali ekosistem olahraga tinju di daerah.

“Dukungan Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat berarti bagi kami. Kami ingin tinju kembali menjadi olahraga yang mendapat perhatian sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujarnya.

Ke depan, ATI Jawa Tengah berencana menggelar kejuaraan secara rutin di berbagai daerah dengan konsep sportainment. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tinju sekaligus menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet potensial.

“Kami ingin Jawa Tengah memiliki lebih banyak atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui kejuaraan ini, kami berupaya menjaring dan membina petinju-petinju muda berbakat agar mampu mengharumkan nama daerah,” pungkas Asri.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *