Ekbis

Kolaborasi BSI dan Barto & Friend Cetak UMKM Naik Kelas

×

Kolaborasi BSI dan Barto & Friend Cetak UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Materi Foto Produk yang disampaikan oleh mentor, Bapak Mamuk, Fotografer Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id

Komitmen mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang terus diperkuat melalui kolaborasi BSI UMKM Center Surabaya dan Barto & Friend. Sinergi keduanya tidak hanya menghadirkan pelatihan bisnis, tetapi juga pendampingan, konsultasi, hingga akses pembiayaan syariah agar UMKM mampu naik kelas secara berkelanjutan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pengelola BSI UMKM Center Surabaya, Fenny Hermawati, mengatakan BSI UMKM Center merupakan program tanggung jawab sosial (CSR) Bank Syariah Indonesia yang fokus pada pemberdayaan pelaku UMKM. Saat ini, fasilitas tersebut hanya tersedia di empat kota, yakni Surabaya, Aceh, Yogyakarta, dan Makassar.

Menurut Fenny, Barto & Friend menjadi salah satu mitra strategis yang telah bekerja sama selama sekitar tiga tahun. Kolaborasi itu dinilai mampu melengkapi kebutuhan pelaku UMKM melalui materi pelatihan yang aplikatif dan sesuai tantangan usaha saat ini.

“Materi yang diberikan sangat dekat dengan kebutuhan pelaku usaha. Mereka belajar menghitung harga pokok produksi, pemasaran, hingga branding produk. Setelah itu kami melanjutkan dengan pendampingan melalui berbagai klinik UMKM agar ilmunya benar-benar bisa diterapkan,” ujar Fenny.

Selain menyediakan ruang pelatihan, BSI UMKM Center juga membuka kesempatan bagi peserta untuk bergabung menjadi UMKM Binaan BSI tanpa dipungut biaya. Mereka dapat memanfaatkan layanan konsultasi legalitas usaha, sertifikasi halal, branding, kewirausahaan, hingga memperoleh akses pembiayaan syariah melalui KUR BSI maupun BSI Usaha Mikro (BUM) dengan plafon mulai Rp10 juta hingga Rp500 juta sesuai kebutuhan usaha.

Peserta Batch 25 foto bersama setelah kegiatan kelas mingguan.

Di sisi lain, Barto & Friend yang berdiri sejak 18 Agustus 2018 berawal dari kepedulian lima pendirinya terhadap banyaknya pelaku UMKM yang kesulitan mengembangkan usaha, terutama dalam menghitung harga pokok produksi (HPP) dan memasarkan produk. Seiring berkembangnya komunitas, Barto & Friend kini bertransformasi menjadi CV Berto Berkah Berkawan yang dipimpin Lusi Sophiati Andajani, S.E., alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

Baca Juga  Perkuat Sinergi dengan Fun Football

Hingga kini, sudah lebih dari 1.000 pelaku UMKM telah mengikuti program yang rutin digelar seminggu sekali selama empat bulan, pemberian materi selama 3-4 jam sekali pertemuan. Barto & Friend juga melakukan kurasi produk agar layak dipasarkan sesuai standar yang ditetapkan para praktisi dan mentor.

“Kami ingin menjadi teman bertumbuh bagi UMKM, bukan sekadar memberikan pelatihan. Pendampingan dilakukan sampai mereka benar-benar siap mengembangkan usahanya,” kata Lusi.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh para peserta yang memiliki background beragam, di antaranya IRT, remaja, karyawati, hingga pensiunan yang ingin mengisi waktu tetap produktif. Wiranti (60), misalnya, mengikuti pelatihan sebagai bekal menghadapi masa pensiun. Meski masih bekerja di perusahaan swasta, ia mulai melihat peluang usaha sebagai sumber penghasilan di masa depan.

Kebersamaan peserta Batch 24 setelah materi kelas Foto Produk bersama mentor fotografer.

Sementara Tities (61) yang telah menjalankan usaha kue kering, pastry, pastel tutup, dan picnic roll mengaku memperoleh banyak wawasan baru. Menurutnya, kelas tatap muka membuat proses belajar jauh lebih efektif karena peserta dapat berdiskusi langsung dengan mentor.

“Materinya selalu berganti di setiap pertemuan, jadi tidak membosankan. Kami juga diajari branding, fotografi produk, dan bisa langsung bertanya jika ada kendala usaha,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, BSI UMKM Center dan Barto & Friend berharap semakin banyak pelaku usaha yang tidak hanya memiliki produk berkualitas, tetapi juga mampu mengelola bisnis secara profesional, memanfaatkan layanan keuangan syariah, dan tumbuh menjadi UMKM yang tangguh serta berdaya saing.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *