BeritaJatim

Kolaborasi Jadi Kunci Jatim Produsen Gula dan Lumbung Padi

×

Kolaborasi Jadi Kunci Jatim Produsen Gula dan Lumbung Padi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto (kanan) berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri panen raya bersama TNI di kawasan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). ANTARA
Example 468x60

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai produsen gula terbesar nasional sekaligus salah satu lumbung padi Indonesia.

“Kolaborasi adalah kunci. Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk terus berkontribusi bagi Indonesia, sebagai produsen gula terbesar nasional dan salah satu lumbung padi Indonesia,” kata Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Sabtu (18/7).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Khofifah menyebut Jawa Timur menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih di provinsi ini mencapai 1,34 juta ton.

Untuk meningkatkan produksi, pada 2026 Jawa Timur mendapat kepercayaan melaksanakan program bongkar ratoon seluas 48.315 hektare serta program perluasan areal tebu seluas 6.582 hektare. Bongkar ratoon adalah peremajaan tanaman tebu dengan cara membongkar tunggul (sisa batang) tebu lama yang sudah tidak produktif, untuk diganti bibit baru yang lebih unggul.

Dengan demikian, total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Di sektor padi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen di Jawa Timur pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi juga naik menjadi 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan 2024.

Sementara itu, produksi padi pada 2026 diperkirakan setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi penduduk, sehingga semakin memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia.

Meski mencatat capaian tersebut, Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat produktivitas sektor pangan melalui kolaborasi yang semakin intensif dengan berbagai pihak, terutama untuk mempercepat terwujudnya swasembada gula.

Baca Juga  3 Coast Run Angkat Wisata Pantai

“Dan menghadirkan inovasi agar kontribusi kami terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar,” ucapnya.

Khofifah juga memastikan Pemprov Jawa Timur akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” tutur dia. (ant/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Probolinggo – Jatimmandiri.id Ratusan pelari dari berbagai daerah memeriahkan 3 Coast Run Probolinggo 2026 di Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan…

Berita

Malang, Jatimmandiri.id Pemandangan tak mengenakkan kembali terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia. Kali ini, dua ruang kelas SD Negeri 2 Klepu,…